Adakan Sarasehan Nilai-Nilai Perjuangan, MPRB Kenang Pahlawan Bali I Gusti Bagus Putu Wisnu

"Karena menyaksikan sikap penjajah yang sangat congkak. Beliau tak rela melihat rakyat sekitarnya disiksa penjajah, meski beliau hidup dalam kemewahan

Adakan Sarasehan Nilai-Nilai Perjuangan, MPRB Kenang Pahlawan Bali I Gusti Bagus Putu Wisnu
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Sarasehan Nilai-Nilai Perjuangan Rakyat Bali di Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Selasa (8/10/2019) 

"Justru dengan pendidikan itulah nilai-nilai kebangsaannya lahir, karena menyaksikan sikap penjajah yang sangat congkak. Beliau tak rela melihat rakyat sekitarnya disiksa penjajah, meski beliau hidup dalam kemewahan," jelas Ahli Subak Unud ini.

Oleh karena itu, pengalaman militer kaum penjajah itu sangat bermanfaat dalam pengelolaan pertempuran saat perang kemerdekaan.

"Pak Wisnu dan Pak Rai terlibat dan memimpin langsung perang Puputan Margarana di Bali. Kemudian bersama-sama gugur sebagai kusuma bangsa," tuturnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (DPD LVRI) Bali I Gusti Bagus Saputera dalam menyampaikan, bahwa terdapat beberapa nilai perjuangan I Gusti Bagus Putu Wisnu yang dapat dijadikan pedoman.

Nilai perjuangan itu di antaranya berupa nilai-nilai dasar dan nilai-nilai operasional.

Nilai dasar terdapat Pancasila, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945.

Hingga September 2019, 88 Anak Alami Kasus Berhadapan dengan Hukum

Mendagri Kembali Tetapkan Banyuwangi sebagai Kabupaten Terinovatif Se-Indonesia

Sementara nilai operasional terdiri atas takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, jiwa semangat merdeka, nasionalisme, patriotisme, harga diri, pantang mundur serta persatuan dan kesatuan.

Selain dalam nilai operasional juga ada anti penjajah, percaya kepada diri sendiri, optimisme, idealisme, rela berkorban, sepi ing pamrih rame ing gawe, solidaritas, disiplin serta ulet dan tabah.

Baginya, jiwa, semangat , nilai-nilai 1945 merupakan jati diri dan moral utama bagi perjuangan untuk menghadapi ancaman, gangguan terhadap integritas, kemerdekaan dan Kedaulatan NKRI.

"Semangat nilai-nilai 1945 diwajibkan meresap terpateri dalam hati sanubari setiap Bangsa Indonesia. Penghayatan dan pengamalan jiwa, semangat, nilai nilai 1945 khususnya dan pelestarianya merupakan panggilan dan tugas pokok setiap Warga Negara Indonesia," kata dia.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved