Orangtua Kecolongan, Sepasang Anaknya Sering Bersetubuh Hingga Hamil, Ibu RT Justru Tahu Duluan

Tapi bukannya menjaga dan melindungi sang adik, seorang kakak di Kabupaten Kutai Timur, Kalimatan Timur ini malah meniduri adiknya hingga hamil.

Orangtua Kecolongan, Sepasang Anaknya Sering Bersetubuh Hingga Hamil, Ibu RT Justru Tahu Duluan
TRIBUN BALI/RIZKI LAELANI/ Pixabay
ILUSTRASI- Seorang kakak harusnya bisa menjaga adiknya dengan baik dan penuh kasih sayang. Apalagi jika adiknya perempuan, maka sang kakak laki-laki umumnya menjaga sang adik dari gangguan pria tak bertanggung jawab. 

Selama ini, orangtua keduanya tinggal terpisah bersama sembilan anaknya tersebut.

Meski tak tinggal bersama, tetapi rumah mereka bersebelahan.

"Hubungan badan dilakukan di rumah yang mereka (B, RM, dan adik-adiknya) tinggal," kata Ferry Putra Samodra.

Perbuatan itu mereka lakukan saat rumah dalam keadaan kosong, tak ada adik-adiknya.

Hingga B hamil, orangtua B dan RM tak mengetahui kejadian itu.

Mereka baru mengetahui ketika ada laporan polisi dan hasil cek rumah sakit.

Awalnya B dibawah ke rumah sakit oleh Ibu RT yang juga tetangganya, karena merasa curiga.

B yang berstatus pelajar kelas III di salah satu SMA di Kutai Timur ini mengalami mual-mual di sekolah.

Saat ditanya guru, B beralasan sakit kista.

Alasan yang sama juga disampaikan B ke tetangga dan orangtua hingga membuat B jarang keluar rumah.

Tetapi, para tetangga menaruh curiga. Ibu RT dan tetangga mendekati B lalu membujuk, awalnya B masih beralasan sakit.

Tak percaya, Ibu RT pun membawa B ke rumah sakit. Setelah dicek, gadis itu ternyata hamil.

Akhirnya B terbuka, dia dihamili oleh kakak kandungnya.

AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, pelaku Romi sudah mengakui perbuatannya kepada sang adik.

Tinggal Bersama Orangtua

Setelah informasi B dihamili kakaknya terbongkar, ketua RT setempat membawa B untuk lapor polisi.

Laporan polisi masuk pada Kamis (3/10/2019) dengan nomor LP/119/X/2019/Kaltim/Res Kutim.

Kemudian setelah dua hari laporan masuk atau Sabtu (5/10/2019), pelaku RM ditahan.

AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, orangtua dan keluarga pelaku dan korban tak bisa berbuat apa-apa setelah mendengar kabar ini.

"Mereka kaget, tapi mau bagaimana kejadian sudah terjadi," ungkap AKP Ferry Putra Samodra.

Saat ini korban tinggal bersama orangtua dan menjalani masa kehamilannya. Orangtua keduanya bekerja serabutan.

Sementara itu, atas perbuatannya Romi dijerat Pasal 18 dan Pasal 82 UU nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun. (*)

Artikel ini ditulis Vivi Febrianti telah tayang di tribunnewsbogor.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved