Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tanggal Dirahasiakan, Mahasiswa Akan Gelar Aksi Besar-besaran Lagi

Dalam aksi lanjutan ini, Dinno menjabarkan, mahasiswa akan melakukan sejumlah hal untuk menghindari adanya penumpang gelap dalam unjuk rasa tersebut.

Tayang:
Editor: Rizki Laelani
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
SAAT Ribuan Mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi di Gedung DPR/MPR RI 

Tak hanya itu, aksi ini juga sebagai wujud kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang tidak membuka ruang dialog kepada mahasiswa untuk membahas pembuatan Undang-Undang. "Ini kan sebenarnya adanya kekecewaan, kecurigaan, ketidakpercayaan setelah kita bahas substansi sebenarnya kita lebih ke arah situ," ujarnya.

TRIBUN-BALI.COM - Ketua BEM Trisakti, Dinno Ardiansyah mengatakan, mahasiswa akan kembali melakukan unjuk rasa secara besar-besaran. Namun ia tidak mengungkapkan tanggalnya.

"Memang kita secara konsolidasi, komunikasi terus berjalan, dan kita rencananya memang pasti akan ada aksi besar-besaran lagi bareng-bareng, namun untuk tanggalnya masih akan kita rahasiakan, tunggu tanggal mainnya itu," ujarnya dilansir dari kanal Youtube Talk Show tvOne.

Dalam aksi lanjutan ini, Dinno menjabarkan, mahasiswa akan melakukan sejumlah hal untuk menghindari adanya penumpang gelap dalam unjuk rasa tersebut.

"Kita pasti akan ada konsolidasi untuk melakukan batasan-batasan sehingga setiap kampus ini punya tanggung jawab masing-masing," tuturnya.

"Itu yang akan coba kita lakukan sehingga hal-hal yang tidak diinginkan ini jangan sampai kejadian dan juga kalkulasi juga dalam arti jangan sampai nanti ada penumpang gelap," sambungnya.

Dinno menjelaskan, aksi besar yang akan dilakukan oleh mahasiswa merupakan unjuk rasa lanjutan dari penolakan pembuatan Undang-Undang.

"Gerakan mahasiswa ini sebenarnya akumulatif dari kekecewaan juga karena tidak ada dialog tidak transparasi dalam pembuatan draf bahkan kita komunikasi ditutup," paparnya.

Tak hanya itu, aksi ini juga sebagai wujud kekecewaan terhadap sikap pemerintah yang tidak membuka ruang dialog kepada mahasiswa untuk membahas pembuatan Undang-Undang.

"Ini kan sebenarnya adanya kekecewaan, kecurigaan, ketidakpercayaan setelah kita bahas substansi sebenarnya kita lebih ke arah situ," ujarnya.

"Ketika ada penolakan kenapa nggak dibuat dialog, kenapa nggak transparan dalam membuat draf jadi ini memang gerakan yang akumulatif dari kekecewaan sehingga ditumpuk-ditumpuk puncaknya jadi seperti ini," sambungnya.

Tokoh ULMWP dan KNPB Belum Tertangkap, Begini Kondisi Terkini Papua dan Pernyataan Kapolri

Kedatangan Sunarto Bikin Gempar Satu Desa, Warga Merasa Sudah Memakamkannya, Lalu Siapa yang Dikubur

Demonstrasi Mahasiswa Terjadi di Sejumah Daerah Indonesia

Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan aktivis pro-demokrasi terjadi di sejumlah daerah, Senin (23/9/2019) kemarin hingga hari ini Selasa (24/9/2019).

Mereka menuntut pemerintah dan DPR membatalkan sejumlah rancangan undang-undang yang dianggap memberangus kebebasan sipil dan melemahkan agenda pemberantasan korupsi sesuai amanat reformasi.

Di Jakarta, aksi unjuk rasa dipusatkan di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved