Cara Ampuh untuk Bahagia ala Milenial, Kurangi Belanja

Untuk studi tersebut, para peneliti mengumpulkan data dari 968 orang milenial (lahir antara tahun 1981 hingga 1996), mulai dari mereka mahasiswa baru

Cara Ampuh untuk Bahagia ala Milenial, Kurangi Belanja
pexel.com
Ilustrasi menabung. 

TRIBUN-BALI.COM, NEW YORK - Sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa generasi milenial bisa lebih bahagia apabila mengurangi belanja.

Namun, kebiasaan itu harus dibarengi dengan menabung lebih banyak.

Dilansir dari CNBC, Minggu (13/10/2019), studi terbaru yang dilakukan para ahli di University of Arizona, Amerika Serikat tersebut menyatakan, taat pada anggaran, menabung, dan mengurangi belanja memiliki manfaat tak hanya bagi kondisi keuangan pribadi.

Riset tersebut juga mengungkapkan, milenial yang mengaplikasikan strategi keuangan secara proaktif cenderung lebih bahagia dan puas terhadap kehidupan mereka.

Untuk studi tersebut, para peneliti mengumpulkan data dari 968 orang milenial (lahir antara tahun 1981 hingga 1996), mulai dari mereka mahasiswa baru hingga tahun ketiga di universitas (usia 18-21 tahun).

Berangkat dari Film Joker: Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti, Benarkah?

Acara Seni Seminggu ke Depan di Bali, dari Pameran Art Exhibition hingga Workshop Menulis Buku

Para peneliti kemudian membarui data dari orang-orang yang sama ketika mereka di tahun keempat universitas dan dua tahun kemudian (usia 23-26 tahun).

Para responden menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang pola hidup materialisme, serta taktik keuangan pribadi mereka, seperti menyusun anggaran dan kebiasaan-kebiasaan ramah lingkungan yang mereka lakukan.

Para peneliti memilih untuk mengamati kebiasaan-kebiasaan ramah lingkungan karena kebiasaan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana perilaku mahasiswa terhadap keterbatasan sumber daya.

Selain itu, para responden juga disurvei mengenai kesehatan mental mereka, termasuk bagaimana kepuasan terhadap kehidupan dan bagaimana mereka menyusun peringkat kesejahteraan pribadi mereka.

"Orang-orang yang menabung melaporkan kesejahteraan lebih baik secara keseluruhan, termasuk rendahnya tekanan psikologis. Selain itu, orang-orang yang sedikit berbelania dan konsumsi menunjukkan gejala depresi yang rendah, sehingga ada dampak kesehatan mental yang positif," kata Sabrina Helm, peneliti dalam studi tersebut.

Kronologi Penangkapan Bule Australia Simpan Sabu di Dompet, Polisi: Kita Tangkap di Kuta

Produk Sambal Mantu Asal Bali Sukses Pameran di Jakarta, Dapat Tawaran Jelajah Negeri Singapura

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved