Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Defisit Air 18,73 Meter Kubik Per Detik, Zona Sarbagita Paling Besar

Dari jumlah tersebut, ternyata daerah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) mengalami defisit yang paling tinggi.

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kasi Operasi dan Pemeliharaan BWS Bali-Penida Ketut Alit Sudiastika saat ditemui di sela-sela Symposium "Menyelamatkan dan Menjaga Keberlangsungan Air Bali" di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (17/10/2019). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Data dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida tahun 2018 menunjukkan, kebutuhan air di Bali telah mencapai 119,96 meter kubik/detik.

Kebutuhan ini digunakan untuk rumah tangga, perkotaan dan industri (RKI) sebanyak 15,74 meter kubik per detik.

Selain untuk RKI, kebutuhan air juga digunakan untuk Irigasi 103,27 meter kubik/detik serta peternakan dan perikanan sebesar 0,95 meter kubik/detik.

Data kebutuhan ini belum termasuk air baku yang dimanfaatkan oleh pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Di tengah kebutuhan air yang begitu tinggi ternyata tak diimbangi dengan ketersediaan yang memadai.

Masih berdasarkan data BWS Bali Penida 2018, ketersediaan air baru mencapai 101,23 meter kubik/detik.

Ketersediaan air ini dibagi dalam air baku sebesar 7,08 meter kubik/detik dan air irigasi 94,15 meter kubik/detik.

Oleh karena itu, jika dibandingkan antara ketersediaan dengan kebutuhan yang ada, Bali mengalami defisit air sebanyak 18,73 meter kubik/detik.

Bahan Baku Air Cukup namun Tak Terkelola, Cok Ace Minta Pelaku Pariwisata Beralih ke Air Permukaan 

David De Gea dan Paul Pogba Absen Pada Laga Manchester vs Livepool Akhir Pekan Ini

Dari jumlah tersebut, ternyata daerah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) mengalami defisit yang paling tinggi.

Dari potensi air permukaan di zona Sarbagita yang mencapai 102,90 meter kubik/detik, ternyata baru memiliki kapasitas sebesar 4,27 meter kubik/detik.

Sementara, kebutuhan RKI di wilayah Sarbagita telah mencapai 10,65 meter kubik/detik sehingga defisit sebesar 6,38 meter kubik/detik.

Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Pemeliharaan BWS Bali Penida Ketut Alit Sudiastika mengatakan, defisit paling besar terjadi di daerah Sarbagita karena memiliki jumlah penduduk yang paling banyak.

"Daerah ini kan paling banyak jumlah penduduknya dibandingkan daerah lain," kata dia saat ditemui di sela-sela Symposium "Menyelamatkan dan Menjaga Keberlangsungan Air Bali" di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (17/10/2019).

Selain daerah Sarbagita, BWS Bali Penida juga membaginya berdasarkan zona barat, zona utara, zona timur dan zona tengah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved