Karhutla Meningkat 12 Kasus, 113 Hektare Lahan di Karangasem Terbakar
Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Karangasem mengalami peningkatan dibanding tahun lalu
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Karhutla Meningkat 12 Kasus, 113 Hektare Lahan di Karangasem Terbakar
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Lahan seluas 13 hektare di Karangasem hangus terbakar, Kamis (17/10/2019).
Warga dan petugas bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya.
Dengan kejadian ini, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Karangasem mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.
Kebakaran terjadi di tiga hektare lahan di Banjar Poh, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali.
Lahan ini milik Wayan Mudung (30).
Sedangkan 10 hektare lahan di Banjar Bhuana Kusuma, Dukuh, Kecamatan Kubu, milik empat orang.
Mereka adalah Wayan Sardi (37), Wayan Intaran (70), I Nyomaan Mustika (42), dan Wayan Sura (55).
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran.
Api tiba-tiba muncul dan dengan cepat merembet.
• Sering Pingsan dan Kesurupan di Awal, Artis Zee Zee Shahab Miliki Kemampuan Lihat Makhluk Astral
• Hilang Semalaman, Jasad Stepen Ditemukan Mengambang di Danau Batur
"Pemadaman kami lakukan dengan cara manual karena kendaraan tak bisa naik," kata Arimbawa.
BPBD Karangasem telah mengeluarkan imbauan ke warga.
Pertama warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran untuk di kawasan hutan maupun di luar.
Kedua warga juga diimbau memantau lokasi yang berpotensi keebakaran.
Ketiga menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menanggulangi kebakaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-gabungan-dan-warga-memadam-api-yang-membakar-lahan-di-kecamatan-kubu.jpg)