Karhutla Meningkat 12 Kasus, 113 Hektare Lahan di Karangasem Terbakar
Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Karangasem mengalami peningkatan dibanding tahun lalu
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
"Surat imbauan ini ditembuskan ke kecamatan, Dinas Sosial, Dinas Damkar, dan bupati," jelas dia.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem, I Ketut Mertadina mengungkapkan, pemadaman menggunakan alat seadanya seperti kayu, skop, dan sabit.
• Ikuti Panduan Ini untuk Menikmati Hidup, Panjang Umur dan Bahagia
• Petrus Golose Berharap Peran Masyarakat Ikut Menjaga Keamanan Bali
Pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran serta berapa jumlah kerugiannya.
"Personel pemadam kebakaran yang dikerahkan ke Banjar Poh sebanyak enam orang. Sedangkan ke Dukuh 13 orang dari Pos Abang dan Pos Karangasem," kata mantan Camat Selat ini.
Mertadina menjelaskan, terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan dipicu karena faktor alam.
Kemarau yang berkepanjangan menjadi penyebab utamanya.
Ia meminta warga tetap waspada.
"Tidak hanya kasus kebakaran hutan dan lahan yang meningkat, luas lahan terbakar juga meningkat. Sampai bulan Oktober sekitar 113 hektare hutan dan lahan lindung, milik warga, dan desa hangus terbakar," ungkap Mertadina.
Untuk diketahui kasus kebakaran hutan dan lahan di Karangasem tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.
• Padi Reborn, Hivi! dan Fourtwnty Akan Meriahkan Nusa Dua Fiesta 2019
• Terbukti Miliki 5,16 Gram Sabu-sabu, Trio Transgender Pasrah Divonis 9 Tahun Penjara
Hingga Oktober 2019, kasus kebakaran lahan serta hutan mencapai 30 kasus 2019, naik 12 kasus dari 2018.
Kasus kebakaran lahan dan hutan bisa saja masih terjadi karena musim kemarau.
Potensi Besar, Anggaran Sosialisasi Kecil
Untuk mengantisipasi kasus kebakaran lahan meningkat di Karangasem, petugas pemadam kebakaran terus melakukan sosialisasi.
Masyarakat juga diimbau agar tak membakar sampah atau dedaunan saat membersihkan lahan dan pekarangan.
"Api lebih cepat besar dan menjalar saat musim kemarau. Selain sosialisasi, Dinas Damkar telah bersurat ke instansi terkait untuk waspada kebakaraan hutan, dan lahan. Surat ini ditembuskan ke semua Camat, Desa, Polsek, dan Danramil," ujar Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem, I Ketut Mertadina.
Tahun ini, pihaknya hanya melakukan sosialisasi di sebelas lokasi. Ini lantaran anggaran sangat kecil. Sosialisasi dilakukan di sekolah-sekolah di Kecamatan Kubu, Kecamatan Bebandem serta beberapa desa yang masuk kawasan rawan bencana erupsi Gunung Agung.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-gabungan-dan-warga-memadam-api-yang-membakar-lahan-di-kecamatan-kubu.jpg)