SK Penlok Bendungan Tamblang Direvisi, Pembangunan Baru Mulai 2020 Mendatang

Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida berencana memulai pembangunan bendungan di wilayah Desa Tamblang pada 2020 mendatang

SK Penlok Bendungan Tamblang Direvisi, Pembangunan Baru Mulai 2020 Mendatang
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
(Foto tidak terkait berita) Bendungan Titab, Singaraja, Buleleng, Bali, Minggu (13/12/2015). SK Penlok Bendungan Tamblang Direvisi, Pembangunan Baru Mulai 2020 Mendatang 

SK Penlok Bendungan Tamblang Direvisi, Pembangunan Baru Mulai 2020 Mendatang

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Balai Wilayah Sungai Bali Penida berencana memulai pembangunan bendungan di wilayah Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, pada 2020 mendatang.

BWS Bali Penida telah mengajukan revisi surat keputusan (SK) Gubernur Bali terkait penetapan lokasi (penlok) bendungan.

Ini karena saat dilakukan pengukuran, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng menemukan adanya lahan lebih. 

Kepala Satker Bendungan BWS Bali Penida Bali-Penida, I Gusti Putu Wandira, Kamis (17/10/2019), mengatakan, dengan adanya lahan lebih ini, pembayaran ganti rugi kepada warga baru dapat direalisasikan pada 2020 mendatang.

SK Penlok yang sudah diterbitkan beberapa waktu lalu juga harus direvisi kembali, sebab sebelumnya disebutkan, lahan yang dibutuhkan untuk membangun bendungan tersebut hanya seluas 58.79 hektare.

"Kami juga akan melakukan sosialisasi ulang kepada pemilik tanah yang masuk dalam lokasi proyek. Jadi setelah dilakukan pengukuran oleh pihak BPN, luas lahan bertambah dari SK Penlok," katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran BPN Buleleng, total lahan yang dibebaskan seharusnya seluas 72.79 hektare.

Lahan itu berada di wilayah Desa/Kecamatan Sawan, serta di Desa Bila dan Desa Bontihing yang ada di Kecamatan Kubutambahan.

"Tim appraisal tetap jalan meski SK Penlok masih direvisi. Anggaran untuk pembayaran ganti rugi diplot dari APBN 2020 dengan total Rp 260 miliar. Pembebasan lahan berjalan saat dipa anggaran sudah keluar. Terget pembebasan lahan 2020," terangnya.

Bendungan Tamblang ini diperkirakan mampu menampung air hingga tujuh juta meter kubik, yang bersumber dari Tukad Daya, di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Nilai proyek bendungan ini diperkirakan mencapai Rp 700 miliar, bersumber dari APBN. B

endungan terbesar setelah Titab-Ularan ini dibangun untuk menyiapkan ketersediaan cadangan air baku bagi wilayah Buleleng Timur, meliputi Kecamatan Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved