Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bagaimana Anak Kecil Bisa Marah dan Keras? Ternyata Hal Ini Pemicunya

Sebuah video menampilkan seorang anak yang menangis dan berteriak hingga memegang kepalanya saat diminta melafalkan angka dasar dalam bahasa Inggris

Tayang:
Editor: Rizki Laelani
IST
anak marah 

Lebih jauh, teriakan itu bisa menyebabkan trauma pada diri si anak.

"Terkadang perlakuan kasar yang verbal yang diterima anak terus-menerus bisa menjadi trauma masa lalu dan memiliki akibat serius untuk kehidupan anak ke depannya," ujar Latus.

Dampak buruk juga akan didapatkan si anak selama masa pertumbuhannya.

"Karena kata-kata yang keluar itu bisa memengaruhi keyakinan anak tersebut tentang dirinya, harga diri anak tersebut," jelas dia.

Dikutip dari Healthline, suara yang tinggi akan membuat pesan yang disampaikan sulit diterima oleh seseorang, termasuk anak-anak.

Semakin tinggi nada suara yang disampaikan, akan menurunkan daya penerimaan si anak terhadap pesan yang ada.

Berdasarkan penelitian, didikan orangtua terhadap anak yang menggunakan kekerasan dapat membuat anak semakin agresif baik secara fisik maupun verbal.

Terlepas dari apa pun, teriakan yang merupakan ekspresi dari kemarahan, ini membuat anak-anak merasa takut.

Apalagi jika teriakan itu disertai dengan kata-kata yang sifatnya menghina dapat menimbulkan efek jangka panjang seperti kecemasan, tingkat percaya diri yang rendah, dan peningkatan agresifitas.

Sebaliknya, menyampaikan dengan cara yang tenang dapat membuat anak merasa dicintai dan diterima atas segala sikap buruk yang dimilikinya.

Seorang psikiater di Harvard Medical School, Joseph Shrand, Ph.D, mengatakan, seorang anak akan semakin tidak mendengarkan apabila diberi tahu dengan cara berteriak.

Suara yang tinggi ini dapat mengaktifkan sistem limbik dalam otak mereka. Sistem ini berfungsi mengatur respons otak terhadap stimulus yang diterima.

Dilansir dari Web MD, respons itu bisa berupa perlawanan, atau menjauh dan lari dari sumber yang memberikan stimulus. (*)

Artikel ini ditulis Luthfia Ayu Azanella telah tayang di Kompas.com https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/19/114725865/ini-efek-yang-akan-terjadi-jika-sering-berteriak-kepada-anak?page=all.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved