Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bagaimana Anak Kecil Bisa Marah dan Keras? Ternyata Hal Ini Pemicunya

Sebuah video menampilkan seorang anak yang menangis dan berteriak hingga memegang kepalanya saat diminta melafalkan angka dasar dalam bahasa Inggris

Tayang:
Editor: Rizki Laelani
IST
anak marah 

Bagaimana Anak Kecil Bisa Marah dan Keras? Ternyata Hal Ini Pemicunya

Ketika mendengar teriakan, si anak sudah merekam teriakan, emosi, dan amarah yang diterimanya dari orang dewasa di lingkungan sekitarnya.

Mengajari anak dengan cara berteriak atau emosi, disebut tidak terbukti menyelesaikan masalah.

Sebaliknya, cara mendidik seperti itu hanya menimbulkan masalah lain, baik pada diri sang anak maupun orang dewasa yang mendidiknya.

TRIBUN-BALI.COM – Sebuah video menampilkan seorang anak yang menangis dan berteriak hingga memegang kepalanya saat diminta melafalkan angka dasar dalam bahasa Inggris oleh seorang perempuan dewasa.

Si anak menunjukkan respons yang demikian karena sang perempuan yang diduga adalah ibunya, memintanya untuk melafalkan “one, two, three, four, five, six” sambil menunjuk angka yang dimaksud.

Instruksi diberikan dengan menggunakan nada bicara yang tinggi.

Saat si anak melakukan kesalahan, si perempuan dewasa semakin menunjukkan emosinya dengan berteriak hingga si anak ketakutan dan menangis.

Dalam keterangan informasi yang beredar, hal seperti ini disebutkan dapat menyebabkan terbentuknya satu guratan di otak sang anak yang dapat memengaruhi caranya bertindak di masa yang akan datang.

CCTV Ungkap Aktivitas 4 Karyawati Swalayan Bagus Supermarket, Hal Ini yang Terekam

Sales Suzuki Dibunuh Mantan Pacar, Apakah Ada Motif Lain? Korban Sempat Minta Tapi Diteriaki Maling

Sepanjang Sabtu Ini Bangli Diterpa Bencana, Kebakaran, Angin Kencang, hingga Pohon Tumbang

Lagi Kasus Penusukan Terjadi di Denpasar, Ayu Sriasih Ditusuk 2 Kali Mantan Suami

Benarkah demikian?

Perlu diketahui, ketika mendengar teriakan, si anak sudah merekam teriakan, emosi, dan amarah yang diterimanya dari orang dewasa di lingkungan sekitarnya.

Mengajari anak dengan cara berteriak atau emosi, disebut tidak terbukti menyelesaikan masalah.

Sebaliknya, cara mendidik seperti itu hanya menimbulkan masalah lain, baik pada diri sang anak maupun orang dewasa yang mendidiknya.

Psikolog Laelatus Shifa mengatakan, teriakan yang diterima oleh seorang anak dapat terekam dalam otaknya.

"Tapi memang kekerasan ataupun kenangan masa lalu yang negatif maupun positif akan terekam jelas oleh anak kita," kata Laelatus saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/10/2019).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved