WNA di Ubud Mengeluh Karena Bayar Izin Sekolah Yoga Sampai Rp 28 Juta Lebih Untuk 1 Guru

Namun di sisi lain, banyak sekolah yoga yang mempekerjakan WNA secara ilegal, justru terkesan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah.

WNA di Ubud Mengeluh Karena Bayar Izin Sekolah Yoga Sampai Rp 28 Juta Lebih Untuk 1 Guru
intisari-online.com
Ilustrasi yoga 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Seorang warga negara asing (WNA) yang akan mendirikan sekolah yoga di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar mengkritik pemerintah karena tidak serius mengawasi izin sekolah yoga.

Sebab dirinya mengaku telah menghabiskan ribuan dolar amerika (USD) untuk pengurus izin kerja untuk satu orang guru yoga berkewarganegaraan asing.

Namun di sisi lain, banyak sekolah yoga yang mempekerjakan WNA secara ilegal, justru terkesan dibiarkan begitu saja oleh pemerintah.

Kepada Tribun Bali, Senin (21/10/2019), PP, WNA yang tak mau diungkap identitasnya menyampaikan kekesalahannya terhadap pengawasan izin yoga ini.

Dalam membuat izin untuk satu orang guru yoga berkebangsaan asing, dirinya mengabiskan biaya 2.000 USD (Rp 28 juta lebih).

“Untuk satu orang guru habiskan duit 2.000 USD, rinciannya, 1.200 USD (Rp 16 juta lebih) untuk pemerintah per tahun, dan 700 USD (Rp 9,8 juta) untuk ongkos jalan, karena saya pakai jasa agen,” ujar PP.

Pria bertato dengan rambut panjang ini menjelaskan, jumlah sekolah yoga dengan pengajar WNA di kawasan Ubud relatif banyak.

Namun sebagian besar pengajarnya tak memiliki izin kerja.

Berdasarkan penelurusan PP, dia menemukan 10 sekolah yoga ilegal.

Namun dia menduga jumlahnya lebih dari itu.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved