BPJS Kesehatan

Hospital Ambassador RS Bali Mandara Turut Dukung Program JKN-KIS

Sejalan dengan Gekmas, Yudha mengakui kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan dengan JKN-KIS dan pelayanannya yang adil.

Hospital Ambassador RS Bali Mandara Turut Dukung Program JKN-KIS
BPJS Kesehatan
Ns. Ida Ayu Putu Mas Mahaning, S. Kep dan I Made Yudha Prawira, Amd. Kep 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk mewujudkan jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi merupakan tujuan dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Oleh karena itu diperlukan pelayanan kesehatan yang berkualitas, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga dari Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) untuk mencapai tujuan tersebut.

Salah satu FKRTL di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Denpasar yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada peserta JKN-KIS adalah RSUD Bali Mandara.

RSUD Bali Mandara telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar sejak 25 Oktober 2017.

Salah satu pekerja yang juga hospital ambassador dari RSUD Bali Mandara, Ida Ayu Putu Mas Mahaning atau yang akrab disapa Gekmas sangat mengapresiasi program JKN-KIS ini.

Ia menambahkan jika dirinya dan rekan-rekan kerjanya selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien dan peserta JKN-KIS.

“Keberadaan program JKN-KIS ini sangat dirasakan kemudahannya oleh pasien terutama pasien yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dan holistik sesuai dengan diagnosis medis,” ungkap Gekmas di awal percakapan.

I Made Yudha Prawira yang kala itu mendampingi Gekmas dan juga hospital ambassador RSUD Bali Mandara pun turut memberikan kesan-kesannya terhadap program JKN-KIS.

“Saya secara pribadi sebagai petugas kesehatan akan berkomitmen untuk melayani pasien sepenuh hati,” ucap Yudha.

Sejalan dengan Gekmas, Yudha mengakui kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan dengan JKN-KIS dan pelayanannya yang adil tanpa membeda-bedakan status sosial.

“Kemudahan ini dirasakan oleh sebagian besar pasien dengan penyakit Vitiligo dan Psoriasis Vulgaris yang proses pengobatannya hanya bisa dilakukan di RSUD Bali Mandara dan harus mendapatkan penanganan medis setiap dua atau tiga kali seminggu merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS,” cerita wanita 30 tahun ini.

Tidak lupa Gekmas juga menyampaikan kepuasannya terhadap kepraktisan program JKN-KIS pada aplikasi Mobile JKN yang sudah bisa digunakan oleh siapa saja, kapan pun dan di mana pun.

“Di samping pelayanan medis yang berkualitas, pasien yang harus menjalani rawat inap diberikan hak pelayanan sesuai dengan kelasnya tanpa harus dipaksa untuk naik kelas,” ujar Ibu muda dengan dua putra ini.

Gekmas dan Yudha berharap dengan adanya program JKN-KIS masyarakat akan lebih sadar untuk lebih bisa menghargai kesehatan dengan turut berkontribusi dalam penyelenggaraan program JKN-KIS melalui pembayaran iuran yang manfaatnya sudah mereka saksikan langsung. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved