Menuju Bali Bebas Stunting, Poltekes Denpasar Gelar Seminar Nasional
Kasus stunting atau kegagalan tumbuh kembang anak akibat malnutrisi kronis di Indonesia masih menjadi pekerjaan besar
Penulis: eurazmy | Editor: Irma Budiarti
Menuju Bali Bebas Stunting, Poltekes Denpasar Gelar Seminar Nasional
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus stunting atau kegagalan tumbuh kembang anak akibat malnutrisi kronis di Indonesia masih menjadi pekerjaan besar.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi balita stunting di tahun 2018 mencapai 30,8 persen di mana artinya satu dari tiga balita mengalami stunting.
Terlebih, Indonesia juga merupakan negara dengan beban anak stunting tertinggi ke-2 di Kawasan Asia Tenggara dan ke-5 di dunia.
Sementara, di Bali sendiri prevalensi stunting termasuk mengalami penurunan tajam dari yang semula 26,9 persen kini menjadi 21,9 persen di tahun 2018.
Kendati begitu, stunting masih jadi perhatian besar bagi civitas akademika di Jurusan Gizi Poltekes Denpasar.
Berbarengan dengan HUT Pendidikan Tinggi Tenaga Gizi Bali Ke-34, Hari Kesehatan Nasional dan HUT Himpunan Mahasiswa Jurusan Gizi Ke-34, digelar Seminar Nasional Pencegahan Stunting dengan tema Strategies Of Overcoming Stunting Problem Toward Next Healthy Generation, Sabtu (2/10/2019), di Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali.
Adapun dalam seminar ini menghadirkan empat narasumber yakni Dr Hera Nurlita, Dr Ir Komang Agusjaya Mataram, Dr I Putu Suiraoka dan Dr Badrut Tamam.
• Dumping I dan II Tak Sepenuhnya Jadi RTH, Pelindo III Tak Ikuti Rekomendasi Gubernur Bali
• Pakai Jaket Loreng Jaket Resmi TNI, Seorang Pengendara Motor Dihentikan dan Diperiksa
Adapun mereka membahas tema strategis terkait penanganan dan pencegahan kasus stunting yang melibatkan peran penting tenaga gizi.
Adapun peserta seminar nasional ini mencapai 300 orang yang terdiri dari civitas akademika Poltekkes Kemenkes Denpasar, tenaga ahli gizi, Puskesmas, Persagi dan DBI Bali.
Kepala Jurusan Gizi Ni Komang Wiardani mengatakan bahwa kasus stunting masih jadi perhatian utama bersama demi menciptakan generasi unggul dan Bali Bebas Stunting 2022.
Stunting maupun gizi buruk masih jadi momok mengancam kelangsungan suatu bangsa sehingga membuat Poltekes terpanggil untuk terus menciptakan terobosan baru dalam menangani stunting.
''Sehingga bagaimanapun kita harus terus menggalang kerja sama dengan seluruh lintas sektor untuk bersama-sama berkolaborasi membangun komitmen menangulangi stunting di bali ini,'' katanya kepada Tribun Bali.
Diharapkan dari sini, kata dia, peserta bisa lebih memahami permasalahan stunting, pola pangan sebagai determinasi stunting hingga strategi-strategi jitu dalam pencegahan stunting.
''Dalam strategi memang sifatnya harus multisektor, melibatkan lintas bidang mulai aspek sosial, pendidikan, ekonomi, budaya dan lain-lain,'' terangnya.
• Sebabkan Iritasi, Jangan Semprot Parfum di 5 Area Tubuh Ini
• Kegaduhan Warnai Kongres PSSI, 6 Caketum PSSI Tiba-tiba Keluar Ruangan & Insiden Adu Mulut Iwan Bule
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menuju-bali-bebas-stunting-jurusan-gizi-poltekes-kemenkes-denpasar-menggelar-seminar-nasional.jpg)