Menuju Bali Bebas Stunting, Poltekes Denpasar Gelar Seminar Nasional
Kasus stunting atau kegagalan tumbuh kembang anak akibat malnutrisi kronis di Indonesia masih menjadi pekerjaan besar
Penulis: eurazmy | Editor: Irma Budiarti
Sehingga dari seminar ini diharapkan ada output analisis dan pendekatan gizi kesehatan yang lebih efektif.
Selama ini, program sosialisasi masih berkutat di program-program pengabdian masyarakat pendampingan Posyandu, penyuluhan gizi ibu hamil dan sosialisi lainnya.
''Pola asuh dan pola pangan menjadi faktor terbesar kasus stunting. Tapi memang tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, tapi juga tak lepas dari faktor sosial budaya ekonomi dan lingkungan,'' jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap segenap tenaga gizi dan mahasiswa bisa mulai merancang program pencegahan dan penanganan gizi yang efektif.
Tentunya, terobosan pencegahan stunting inj juga perlu melibatkan seluruh pihak, baik pemerintah dan juga masyarakat untuk mampu terlibat secara aktif dalam upaya penurunan stunting.
“Semoga kesadaran masyarakat dalam menyadari pentingnya asupan gizi yang baik bisa tumbuh. Dengan pola asupan gizi yang baik, diharapkan akan tercipta generasi yang sehat, berkualitas dan berdaya saing sebagai bangsa yang unggul di masa depan,” harapnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menuju-bali-bebas-stunting-jurusan-gizi-poltekes-kemenkes-denpasar-menggelar-seminar-nasional.jpg)