Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tak Perlu Pakai Obat Nyamuk, Begini Cara Mudah dan Efektif Mengusir Nyamuk

Riset yang baru diterbitkan ini mengeksplorasi bagaimana nyamuk belajar dari pengalaman saat menggigit manusia.

Tayang:
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
kompas.com
Ilustrasi nyamuk 

TRIBUN-BALI.COM - Gatal akibat gigitan nyamuk memang menyebalkan.

Ingin rasanya mengusir nyamuk dari dalam rumah

Namun pernah pusing dan bingung cara mengusirnya?

Untuk menghindari gigitan nyamuk, tak jarang kita memilih menggunakan obat nyamuk.

Padahal penggunaan obat nyamuk secara tak langsung juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan kita.

Nah Moms, tak perlu khawatir lagi.

Rupanya ada cara efektif untuk mengusir nyamuk yang membandel.

Antara Kesehatan dan Hiburan, Mana yang Lebih Penting?

Inilah 3 Kesalahan Fatal Pemegang Kartu Kredit yang Sangat Merugikan

Sebuah riset menunjukan bahwa pukulan terbukti ampuh dalam membuat nyamuk tak mendekat lagi.

Sekalipun pukulan tersebut meleset dan tidak mengenai nyamuk secara langsung.

Riset tersebut dipublikasikan dalam Current Biology, di mana temuan ini yang pertama dalam mengungkap perilaku nyamuk dan menindaklanjuti penelitian sebelumnya.

Dalam penelitian terdahulu, para ilmuwan menemukan bahwa nyamuk bisa belajar. 

Riset yang baru diterbitkan ini mengeksplorasi bagaimana nyamuk belajar dari pengalaman saat menggigit manusia.

Penelitian ini dipimpin oleh ahli neuroekologi, Jeffrey Riffell dari Universitas Washington yang telah menguji antara 2.700 sampai 3.000 nyamuk.

Kakek 78 Tahun Ini Menolak Rp 10 Miliar Demi Menjaga Hutan Saya Menyiapkan Oksigen Bagi Masyarakat

Resep Sup Jamur Asparagus, Sajian Hangat Dan Nikmat di Musim Hujan

"Semua nyamuk telah berevolusi untuk mengidentifikasi dan menggigit kita," ujarnya dilansir dari Populer Science.

"Nyamuk sangat sensitif terhadap suhu, keringat, bau tubuh, dan karbon dioksida yang keluar dari napas manusia.

Seluruh sistem sensorik nyamuk seperti sudah dirancang untuk bisa menemukan manusia,"

Riffel juga mengatakan, meski nyamuk bisa menggigit anjing atau sapi, tapi mereka akan lebih tertarik untuk menggigit manusia jika ada kesempatan. 

Untuk menguji bagaimana nyamuk berperilaku, para ilmuwan meletakkan ribuan nyamuk tadi ke dalam sebuah simulator terbang yang diberi bau manusia, tikus, dan ayam.

Hasilnya cukup mengejutkan.

Semua nyamuk, termasuk Aedes aegypti, ternyata dapat mengingat bau manusia dan dapat mengaitkan bau tersebut dengan interaksi yang tidak menyenangkan sebelumnya. 

Setidaknya, ingatan mereka tersebut bertahan selama 24 jam.

"Saat nyamuk menggigit manusia, dia akan mengingat bau manusia yang digigitnya," jelas Riffell.

"Nah, saat Anda menggerakkan lengan untuk mengusir, nyamuk akan merasakan getaran pukulan,"

"Ia akan mengingat hubungan antara aroma tubuh dan getaran dari pukulan Anda,"

Daftar Inpirasi Nama Bayi Perempuan dan Laki-laki Yang Bermakna Cinta Dan Kebaikan

TRIBUN WIKI - Terdapat Gambar Gunung Agung, Ini Logo Gumi Lahar Kabupaten Karangasem

Oleh karena itu saat nyamuk sudah mengingat aroma kita, dia tak akan mendekat lagi sampai 24 jam. 

Sebaliknya, nyamuk akan mencari mangsa lain yang tidak agresif.

Penelitian ini menandakan bahwa memukul nyamuk adalah sebuah cara efektif agar nyamuk tak mengganggu kita lagi.

Selain itu, penelitian ini mungkin saja dapat menjadi referensi bagi para ilmuwan lain untuk menciptakan alat baru untuk mengusir nyamuk.

"Misalnya kita bisa membuat alat yang memanfaatkan kemampuan nyamuk dalam hal mempelajari pengalaman buruk dengan manusia atau memanfaatkan penelitian ini untuk keuntungan kita," kata Clément Vinauger, asisten profesor biokimia di Virginia Tech, dilansir dari USA Today, Jumat (26/1/2018).

Dia menambahkan bahwa kuncinya ada pada dopamin. 

Sebab, periset menemukan bahwa nyamuk yang terlah dimodifikasi menjadi kekurangan reseptor dopamin tidak dapat mengenal bau manusia.

Artikel ini telah tayang di Nakita.grid.id dengan judul "Tak Perlu Obat Nyamuk, Begini Cara Mengusir Nyamuk dengan Mudah dan Efektif"

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved