Perusahaan di Klungkung Masih Banyak Yang Enggan Daftarkan BPJS Kesehatan Untuk Pegawainya

Padahal dalam aturan, setiap perusahaan wajib mengikutsertakan pegawainya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Perusahaan di Klungkung Masih Banyak Yang Enggan Daftarkan BPJS Kesehatan Untuk Pegawainya
Istimewa
BPJS Kesehatan. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Penyesuaian iuran BPJS Kesehatan, membuat anggaran Universal Health Coverage (UHC) di Klungkung membengkak sampai Rp 12 miliar.

Namun, di tengah usaha Pemkab yang harus melakukan efesiensi ketat untuk anggaran induk 2020, ternyata belum semua perusahaan di Klungkung menanggung pegawainya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Padahal dalam aturan, setiap perusahaan wajib mengikutsertakan pegawainya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika dikonfirmasi terkait hal ini menjelaskan, dirinya melihat sebagian besar perusahaan di Klungkung masih belum mendaftarkan pegawainya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Terlebih warga Klungkung sudah tercover UHC, yang iuran BPJS-nya sudah dibayarkan Pemda.

Sehingga perusahaan enggan lagi menanggung pegawainya tersebut iuran BPJS Kesehatan.

"Semua perusahaan itu wajib mengikutsertakan pegawainya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Tapi ternyata, masih cukup banyak perusahaan yang belum mengikut sertakan pegawainya sebagai peserta BPJS. Ini akan kami telusuri lagi untuk efesiensi," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Rabu (6/11/2019).

Namun demikian, Suwirta belum dapat memastikan berapa persen perusahaan di Klungkung yang belum mendaftarkan pegawainya sebagai peserta BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan.

Hanya saja saat ini, pihaknya sudah meminta instansi terkait untuk lakukan pendataan.

"Secepatnya juga akan saya kumpulkan para pengusaha, yang memperkerjakan pekerja di Klungkung. Jika nanti beberapa perusahaan mau mendaftarkannya pegawainya peserta BPJS Kesehatan, otomatis tanggungan kita untuk UHC juga berkurang. Tentu hal ini efisiensi juga untuk menjalankan program lainnya, walau kami tetap prioritaskan Kesehatan karena kebutuhan dasar masyarakat," terang Suwirta. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved