Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hendak Pulang Ke Rumah, Made Buda Malah Digigit Anjing Yang Diduga Rabies

Seekor anjing tiba-tiba berlari menghampiri korban dan mengigit tangan bagian kiri serta kaki kanan hingga berdarah.

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Eviera Paramita Sandi

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - I Made Buda, warga asal Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali digigit anjing yang diduga terjangkit rabies, Rabu (6/11/2019) malam hari.

Korban digigit di bagian kaki dan tangannya hingga mengeluarkan darah.

Lokasi kejadian di jalan, tepatnya Banjar Dinas Komala, Desa Buana Giri, Karangasem, Bali.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan, Kamis (7/11/2019), korban digigit anjing yang diduga rabies saat hendak jalan pulang ke rumah.

Seekor anjing tiba-tiba berlari menghampiri korban dan mengigit tangan bagian kiri serta kaki kanan hingga berdarah.

Korban dibantu warga sekitar agar mendapat vaksin anti rabies.

"Setelah mengigit, beberapa menit kemudian anjingnya mati di pekarangan warga. Dugaan sementara anjing terkena rabies. Korban sudah mendapat VAR di RS Karangasem" kata warga yaang enggan menyebutkan namanya.

Ditambahkan, untuk anjing yang mengigit korban sudah diambil petugas Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian untuk dijadikan sampel.

Tujuanya untuk memastikan apakah anjing tersebut terjangkit rabies atau tidak.

Sedangkan korban sendiri sudah mendapatkan penanganan dari tim medis, serta diberi vaksin anti rabies.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Karangasem, Made Ari Susanta membenarkan.

Korban saat ini sudah ditangani, sedangkan sampel anjing sudah dikirim ke laboratorium, Denpasar.

Untuk hasilnya masih belum bisa dipastikan.

"Saya baru dapat informasi. Sampel sudah dikirim," jelas Ari Susanta.

Petugas dari Dinas Pertanian berencana turun untuk melakukan vaksinasi sekitar Buana Giri dan sekitarnya.

Petugas juga akan menggelar eliminasi selektif seandainya ditemukan anjing liar yang sulit diberi vaksin.

Desa Buana Giri termasuk kawasan zona merah rabies. Mengingat jumlah gigitan anjing yang tinggi.

Pihaknya berjanji akan memaksimalkan pemberian vaksinasi oleh Dinas Pertanian Karangasem.

Tujuannya untuk antisipasi jumlah kasus rabies di Karangasem. Hewan yang diberikan vaksin yakni hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, monyet, dan kucing.

Sampai sekarang vaksinasi masih digelar.

"Tujuan kegiatan vaksinasi massal yakni untuk bentuk kekebalan terhadap heewan penular rabies berkelompok di Krangasem. Sehingga kasus gigitan anjing rabies bisa ditekan setiap tahunnya,"ungkap Ari, sapaan akrabanya.

Tahun 2019, kasus gigitan anjing rabies capai 75 kasus hingga hari ini.

Hingga sekarang proses vaksinasi terus digelar dan menyisir kawasan zona merah rabies.

Seperti di Kecamatan Kubu, Abang, dan Bebandem.

Petugas vaksinasi yang diturunkan sekitar 19 tim tersebar di delapan Kecamatan.

Tim menyisir anjing yang diliarkan pemiliknya, anjing bertuan, & anjing liar.

Diberitakan sebelumnya, target vaksinasi tahun 2019 sebanyak 95 persen dari 50.080 populasi anjing di Karangasem.

Petugas berharap warga di sekitar ikut mensukseskan program vaksinasi massal.

Masyarakat harus rutin memberikan vaksin pada hewan peliharaan, sehingga tidk tertular rabies. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved