Berita Karangasem
Refleksi Tantangan Pembangunan, Karangasem Festival 2026 Angkat Tema ‘Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa’
Dari sisi visual, panitia mengangkat konsep "Nakula Sadewa" sebagai inspirasi desain panggung utama festival.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Karangasem akan kembali menggelar Karangasem Festival 2026 sebagai rangkaian peringatan HUT ke-386 Kota Amlapura.
Festival tahun ini mengusung tema "Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa", yang disebut sebagai refleksi terhadap tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten Karangasem.
Koordinator Tim Kreatif Karangasem Festival, I Gusti Gede Subagiartha mengatakan, tema tersebut telah dirancang sejak tahun lalu.
Menurutnya, tema itu lahir dari berbagai dinamika yang dihadapi Karangasem dalam menjalankan pembangunan di berbagai sektor.
Baca juga: Gandeng Jatiluwih Festival VII 2026 Hadirkan Fun Run Dengan Target 2.000 Peserta Bersama ASITA
"Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa membangun Karangasem memang tidak mudah. Dibutuhkan kerja sama berbagai pihak agar tantangan yang ada bisa dihadapi bersama," ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.
Sementara itu, Anggota Tim Kreatif, I Gusti Ngurah Setiawan, menilai tema tersebut juga berkaitan dengan sejumlah program yang mulai terealisasi dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mencontohkan upaya penyediaan air bersih di Kecamatan Kubu, yang selama ini menjadi persoalan bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, berbagai capaian pembangunan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Selain mengusung tema baru, Karangasem Festival 2026 juga menyiapkan sejumlah konsep pendukung.
Salah satunya adalah peluncuran jingle berjudul "Mentari Timur Menari" yang berisi pesan tentang kebersamaan, optimisme, dan semangat gotong royong.
"Liriknya menggambarkan kondisi dan harapan masyarakat Karangasem saat ini, terutama pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan," kata Subagiartha.
Dari sisi visual, panitia mengangkat konsep "Nakula Sadewa" sebagai inspirasi desain panggung utama festival.
Dua tokoh dalam kisah Mahabharata itu dipilih karena dianggap merepresentasikan karakter yang berbeda namun saling melengkapi.
Karangasem Festival 2026 juga akan diramaikan parade budaya yang melibatkan sekitar 1.200 seniman lokal.
Selain itu, sejumlah komunitas dan pelaku usaha dijadwalkan ikut berpartisipasi, mulai dari komunitas motor, klub lari, hingga peserta lomba tapel ogoh-ogoh tingkat SD, SMP, dan umum.
"Kami berharap festival tersebut tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas usaha selama penyelenggaraan acara," harapnya. (mit)
Kumpulan Artikel Karangasem
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Refleksi-Tantangan-Pembangunan-Karangasem-Festival-2026-Angkat-Tema-Tidak-Mudah-Tapi-Harus-Bisa.jpg)