Pelayanan Air PDAM Kembali Dikeluhkan, Muhamad Ridwan Mandi Pakai Air Isi Ulang
Masyarakat kabupaten Badung kembali mengeluhkan pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mangutama, Kabupaten Badung.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM,MANGUPURA – Masyarakat kabupaten Badung kembali mengeluhkan pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mangutama, Kabupaten Badung.
Bahkan salah satu warga yang tinggal di kawasan Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, di akun media sosialnya mengaku sudah tidak mendapatkan pasokan air sejak, Rabu (6/11/2019) sore.
Macetnya air dari perusahaan berplat merah tersebut diungkapkan salah seorang warga itu melalui akun Facebook, Kamis (7/11/2019).
Warga dengan akun bernama Muhammad Ridwan mengatakan dengan matinya air PDAM warga terpaksa mandi, masak dan mencuci dengan menggunakan air isi ulang.
Dalam status yang dibuat, dinyatakan air PDAM tak mengalir sejak Rabu sore alias macet.
• Nasib Anak Agung Wartayasa Diujung Tanduk, Kasus Intim Libatkan Guru dan Siswi SMK Terungkap
• Dari Bunga Hingga Kerajaan, Inilah Inspirasi Nama Kereta Api di Indonesia
Tak ayal unggahan tersebut menuai komentar beragam dari warganet. Salah satu warganet meminta agar Pemkab bertanggungjawab.
Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Mangutama, Kabupaten Badung, Wayan Suyasa, saat dikonfirmasi membenarkan adanya gangguan di beberapa wilayah.
Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf dan permakluman atas gangguan yang terjadi.
“Iya memang ada beberapa gangguan,” katanya kemarin.
Menurutnya, pelayanan air bersih khususnya di kawasan Badung Kota memang mengalami gangguan pelayanan karena ada kebocoran pada bendung karet Tukad Penet.
“Sehubungan dengan hal tersebut, kepada seluruh pelanggan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan ini,” ucapnya.
Mengingat upaya perbaikan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, Suyasa memperkirakan pelayanan akan kembali normal pada, Minggu (10/11/2019) mendatang.
• Peneliti Temukan Asal-usul Orang Indonesia, Ada Moyang Pelaut dari China
• Susah Kentut Bikin Usus Bengkak dan Dapat Mengancam Nyawa
Itu pun katanya, sesuai surat pemberitahuan dari UPTD Pengelolaan air minum Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bali, akan dihentikan mulai 5 November 2019 sampai 10 November 2019.
“Kan sudah ada surat pemberitahuan, jadi nanti minggu baru direncanakan selesai,” katanya.
Mantan anggota DPRD Badung ini mengatakan sebagai solusi sementara, akan dilakukan penambahan suplay air dari IPA Estuary.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-air-pdam_20150415_105733.jpg)