Satpol PP Ciduk Pengamen Ala Anak Punk

Dua orang pengamen berdandan ala anak punk yang kerap beroperasi di sejumlah jalan di Denpasar diciduk anggota Satpol PP Kota Denpasar.

Satpol PP Ciduk Pengamen Ala Anak Punk
Dok Satpol PP
Petugas Satpol PP Kota Denpasar menciduk oknum pengamen liar berkedok ala punk di perempatan Jalan Gunung Agung, Denpasar Selasa (5/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua orang pengamen berdandan ala anak punk yang kerap beroperasi di sejumlah jalan di Denpasar diciduk anggota Satpol PP Kota Denpasar.

Pengamen liar tersebut diamankan oleh petugas saat beroperasi di perempatan Jalan Gunung Agung, Denpasar, Selasa (5/11/2019) malam.

Mereka ditangkap karena dianggap meresahkan warga dan mengganggu ketertiban umum.

Sejumlah oknum pengamen berdandan ala punk ini dari laporan warga juga kerap meminta uang ngamen terhadap sejumlah warga dengan cara memaksa.

Selain itu, petugas juga mengamankan dua pedagang asongan yang berjualan di tempat dilarang.

Ade Reza Terpental Hingga ke Teras Toko, Pelajar SMA di Singaraja Meninggal Tabrak Pohon Perindang

Ini Sederet Kerajaan Bisnis Yuni Shara Yang Membuatnya Jadi Janda Kaya Raya, Tak Bisa Diremehkan

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, penertiban dilakukan karena anak punk ini mengamen di pinggir jalan dan perempatan lampu merah.

Kegiatan mereka dianggap berpotensi mengganggu ketertiban umum, sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum Kota Denpasar.

''Makanya kemarin mereka kami amankan, kami data di kantor, kami lakukan pembinaan,'' katanya.

Sayoga menjelaskan, rata-rata anak ala punk yang mengamen dan ditangkap selama ini rata-rata berasal dari Jawa Timur, mulai daerah Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, Malang hingga Surabaya.

Bahaya Mandi Setelah Makan Itu Mitos, Ini Kebiasaan yang Justru Pantang Dilakukan Setelah Makan

Mengungkapkan Cinta Ala Pasangan Ini, Cocok Buat Kamu Bahkan Doi yang Punya Karakter Pasif

Lebih lanjut, mereka nantinya akan dibina terlebih dahulu hingga menunggu hasil koordinasi dengan Dinas Sosial.

''Nantinya, pengamen ini akan disidangkan pada hari Senin tanggal 11 November di Banjar Kepisah. Sementara ini, akan kita bina dulu,'' tandasnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved