Ade Reza Terpental Hingga ke Teras Toko, Pelajar SMA di Singaraja Meninggal Tabrak Pohon Perindang

Reza melaju dari arah selatan dan berbelok ke kiri menuju arah Jalan Udayana. Saat berbelok itu, Reza diduga hilang kendali.

Ade Reza Terpental Hingga ke Teras Toko, Pelajar SMA di Singaraja Meninggal Tabrak Pohon Perindang
Humas Polres Buleleng
Polisi sedang menunjukkan lokasi kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar di Buleleng, Rabu (6/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Udayana, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Rabu (6/11/2019).

Seorang pelajar dari sebuah SMA di Kota Singaraja, Ade Reza (17) tewas menabrak pohon perindang.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, korban yang merupakan warga asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng ini, mengendarai motor Yamaha NMAX DK 6065 UAM.

Ia melaju dari arah selatan dan berbelok ke kiri menuju arah Jalan Udayana. Saat berbelok itu, Reza diduga hilang kendali.

Motornya oleng ke kiri, lalu menabrak pohon perindang jalan yang ada di sebelah kiri jalan.

Polisi Datang Saat Tersangka Sedang Giting, 8 Orang Diringkus

Airy Hadirkan Properti Premier Terbaru di Seminyak, Terapkan Teknologi Mesin Self Check-in

Ia terpelanting hingga mendarat di teras sebuah toko. Warga yang menyaksikan kejadian ini lantas bergegas melarikan korban ke RSUD Buleleng.

Setibanya di rumah sakit, Reza dinyatakan telah meninggal dunia akibat mengalami luka serius di kepala.

Saat berkendara, korban tidak tidak mengenakan helm. Berkaca dari kejadian ini, ia mengimbau kepada orangtua agar tidak mengizinkan anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk mengendarai motor.

Sementara di Tabanan, nyawa I Gusti Nyoman Menteg (68) tak tertolong lagi dalam perjalanan menuju BRSU Tabanan, Selasa (5/11/2019).

Pengendara ini terlibat kecelakaan lalu lintas dengan motor yang dikendarai Putu Sugiantara (22). Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Penebel-Tabanan, Banjar Poh Gending Kawan, Desa Pitera, Kecamatan Penebel.

Guisti Menteg melaju dari arah utara atau dari arah Penebel menuju Tabanan. Sedangkan Sugiarta datang dari arah berlawanan.

Kunjungan Wisman September Minus 4,59%, Penurunan Terbanyak dari Tiongkok

Mabuk Dan Bikin Onar di Balai Adat Pedungan, Andika Diikat Warga di Pohon Sampai Pagi

Menteg bermaksud mendahului tiga kendaraan yang ada di depannya dengan kecepatan tinggi dan mengambil haluan terlalu ke kanan, sedangkan saat itu Sugiantara melaju dari arah berlawanan sehingga tabrakan pun tak terhindarkan.

Akibat kejadian tersebut, korban yang merupakan warga Banjar Piling Kawan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, mengalami luka robek pada kaki kiri, luka pada kepala belakang, patah pada tulang pipi dan patah tulang leher.

Ia meninggal dunia dalam perjalanan ke BRSU Tabanan.

Sementara itu, Sugiantara asal Banjar Yeh Biu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, mengalami luka robek pada pipi kanan, dua buah gigi atas patah, keluar darah dari hidung dan telinga tidak sadarkan diri dan kemudian dirawat di BRSU Tabanan.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved