Sriwijaya Air Group Hentikan Kerja Sama dengan Garuda Indonesia, Begini Harapan Dirjen Hubud

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menerima surat pernyataan dari PT Sriwijaya Air yang menyatakan menghentikan

Sriwijaya Air Group Hentikan Kerja Sama dengan Garuda Indonesia, Begini Harapan Dirjen Hubud
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pesawat Sriwijaya Air saat hendak lepas landas dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menerima surat pernyataan dari PT Sriwijaya Air yang menyatakan menghentikan kerja sama.

Kementrian Perhubungan menghargai keputusan PT Sriwijaya Air untuk menghentikan kerja sama dengan PT Garuda Indonesia Group.

Keputusan tersebut diharapkan dapat memberikan hal yang terbaik antar kedua belah pihak dan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi udara.

“Kami berharap bahwa keputusan yang diambil PT Sriwijaya Air Group untuk mengakhiri kerja sama dengan PT Garuda Indonesia Group, diharapkan merupakan langkah yang terbaik dan tidak menggangu keberlangsungan operasional penerbangan di Indonesia,” harap Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Beberapa Wilayah di Bali Tiga Hari ke Depan Berpotensi Hujan Ringan

Agung Manik Danendra, Calon Walikota Denpasar Siap Diusung Koalisi Kuat  

Polana menambahkan, Ditjen Hubud akan terus melakukan pengawasan dan monitoring terhadap operator penerbangan Sriwijaya Air dan Nam Air.

Hal tersebut ditempuh untuk memastikan masyarakat sebagai pengguna jasa angkutan udara dapat terlayani dengan baik.

"Kami berharap agar PT Sriwijaya Air dapat terus melakukan pelayanan yang terbaik sehingga masyarakat dapat terus terlayani dan kami akan terus melakukan pegawasan dan monitoring untuk memastikan pelayanan penerbangan berlangsung Selamat, Aman dan Nyaman," jelasnya.

Sejumlah hal harapan Ditjen Hubud terhadap PT Sriwijaya Air, sebagai berikut :

Berbagai Kuliner Ekstrem di Asia, Nasi Cicak Panggang di Vietnam hingga Laba-laba Goreng di China

BREAKING NEWS : Sedang Bertugas di Pos La Favela Tiba-tiba Satpam Ini Dipukul WNA New Zealand

1.      Seluruh pesawat yang dioperasikan PT Sriwijaya Air, wajib memenuhi persyaratan penerbangan. Jika hal tersebut tidak terpenuhi maka Ditjen Hubud akan mengambil langkah tegas dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan.

2.      Memastikan Kualitas pelayanan akan tetap sama sesuai dengan delay management, di mana sesuai dengan ketentuan bahwa penumpang dapat melakukan proses penjadwalan ulang kembali penerbangan, pengembalian biaya tiket (refund) serta apabila terjadi keterlambatan penerbangan juga ditangani sesuai dengan ketentuan delay management yang telah diatur sesuai ketentuan Peraturan Menteri PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

Rektor Termuda Risa Santoso Perbolehkan Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dalam Hadapi Era Industri 4.0

3.      PT Sriwijaya Air harus memberikan laporan terkait pesawat yang beroperasi setiap hari kepada Ditjen Hubud.

Saat ini seluruh Inspektur penerbangan bidang Angkutan Udara dan Inspektur penerbangan bidang Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kantor Otoritas Bandar Udara dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melaksanakan kegiatan pengawasan dan monitoring terhadap pemenuhan aspek keselamatan dan pelayanan penumpang PT. Sriwijaya Air.

Selain itu, memastikan seluruh penumpang mendapatkan hak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(*)

 
 

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved