Kisah Sedih Pekak Nengah Nendra Alami Lepra & Hidup Sebatang Kara

Nengah Nendra (68) dari Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, hidup sebatang kara.

Kisah Sedih Pekak Nengah Nendra Alami Lepra & Hidup Sebatang Kara
dok KRJ/Tribun Bali
Kondisi memprihatinkan Nengah Nendra (68) yang menderita penyakit lepra. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Nengah Nendra (68) dari Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, hidup sebatang kara.

Belum lagi ia mengidap penyakit lepra yang menggerogoti kakinya.

Nendra lebih sering berada di ranjangnya.

Kadis Sosial Pemkab Jembrana dr Made Dwipayana mengatakan, pihaknya sudah terjun ke lapangan.

Dan membenarkan tentang kondisi pekak Nendra.

Nendra terkena penyakit lepra ketika ia menginjak dewasa.

Hanya saja, sejak beberapa tahun ini kondisinya makin parah.

"Kondisinya korban memang lemah. Bahkan tidak bisa melihat," ucapnya, Kamis (14/11/2019).

Menurut Dwipayana, korban dikunjungi Rabu (13/11/2019) kemarin.

Kondisi pekak Nendra jari-jari pada kaki dan tangannya semua putus dan menyatu. Matanya buta. Tubuhnya sangat kurus.

Nendra Tidur di atas sebuah tikar usang. Tinggal di gubuk reot dan di sebelah dipannya ada kloset.

Dipakainya untuk membuang air. Nendra masih masih dirawat oleh iparnya, Ni Wayan Karmi.

"Hanya memberi bantuan dan beberapa bantuan dengan relawan," bebernya. (*) 

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved