Kasus Penganiayaan Hewan di Bali

Pasar Medahan Selama Ini Jadi Lokasi Pembuangan Hewan

Pasca kasus penganiayaan seekor anjing, Si Putih (3 bulan), Pasar Medahan, Blahbatuh, Gianyar, warung milik pelaku INM di pasar tersebut tutup

Pasar Medahan Selama Ini Jadi Lokasi Pembuangan Hewan
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Suasana pasar Medahan, Blahbatuh, Gianyar TKP penganiayaan anjing, Kamis (14/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pasca kasus penganiayaan seekor anjing, Si Putih (3 bulan), Pasar Medahan, Blahbatuh, Gianyar, warung milik pelaku INM di pasar tersebut tutup, Kamis (14/11/2019) pukul 13.28 Wita.

Dalam kesehariannya, pelaku yang berumur lebih dari setengah abad itu berjualan alat-alat yadnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah pedagang, kronologis pembunuhan anjing terjadi, bermula saat INM hendak membuka tokonya, dan saat itu ajing malang tersebut hendak menaiki teras toko yang bersangkutan.

Namun entah kenapa, INM lantas membanting anjing tersebut ke tanah. Tak sampai di situ, INM juga memakai besi rolling door untuk memukul-mukul anjing sampai sekarat.

Ikut Berlaga di Popnas 2019, Bali Targetkan Masuk 10 Besar

Bulutangkis dan Sepak Takraw Tak Lolos, Bali Bali Hanya Ikuti 11 Cabor di Popnas ke-XV di Jakarta

"Entah sering mengganggu atau tidak, saya tak tahu. Tapi katanya, kemarin anjingnya mau naik teras toko, lalu dibanting dan dipukul pakai besi yang biasa dipakai buka rolling door," ujar seorang pedagang.

Pedagang Ni Wayan Bukti mengatakan, kawasan Pasar Medahan merupakan lokasi yang kerap dijadikan tempat membuang hewan. Baik anjing maupun kucing.

Selama ini, Ni Ketut Kesni (54) lah yang memelihara hewan yang dibuang di sana.

Bahkan Kesni yang merupakan pelapor dalam kasus ini, setiap hari rutin membuatkan bubur pada hewan-hewan itu.

Dalung Siapkan Lahan Seluas 27 Are, Hari Ini Siap Menampung Sampah

Agenda Munas KAGAMA di Bali, Penegasan Sikap Kebhinekaan Hingga Siapkan Rekomendasi bagi Pemerintah

Tak hanya itu, dia juga kerap membeli ikan pindang untuk diberikan pada kucing-kucing liar di pasar ini.

"Tiap hari bisa setengah kilogram bawa bubur dari rumah, dikasi anjing-anjing liar di sini. Kucing juga dibeliin pindang, orangnya sangat peduli sekali sama hewan," ujar Bukti. 

Saat Tribun Bali ke Pasar Medahan, Kesni juga tidak terlihat di sana,dan warungnya yang menjual sembako juga tutup. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved