Prof Windia Dorong Pemkot Denpasar Hentikan Pengurukan Jalur Hijau di Sedap Malam

Puluhan truk setiap hari hilir mudik mengangkut limestone untuk menguruk lahan yang seharusnya terlarang untuk dibangun itu

Prof Windia Dorong Pemkot Denpasar Hentikan Pengurukan Jalur Hijau di Sedap Malam
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua Pusat Penelitian (Puslit) Subak Universitas Udayana (Unud) Prof Wayan Windia saat ditemui di Denpasar, Bali, Rabu (13/11/2019). Prof Windia Dorong Pemkot Denpasar Hentikan Pengurukan Jalur Hijau di Sedap Malam 

Prof Windia Dorong Pemkot Denpasar Hentikan Pengurukan Jalur Hijau di Sedap Malam

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polemik pengurukan jalur hijau di Jalan Sedap Malam, Gang Titibatu, tepatnya di wilayah Lingkungan Gumi Kebonkuri, Desa Adat Kesiman, Denpasar, Bali, terus berlanjut.

Meski begitu, sampai saat ini nampaknya belum ada upaya penghentian dari aparat berwenang sehingga pengurukan terus berlanjut.

Hal itu bisa diketahui dari situasi di lapangan, di mana pihak pengembang masih terus melakukan aktivitas pengurukan setiap hari.

Puluhan truk setiap hari hilir mudik mengangkut limestone untuk menguruk lahan yang seharusnya terlarang untuk dibangun itu.

Situasi ini mendapatkan tanggapan dari Ketua Pusat Penelitian (Puslit) Subak Universitas Udayana (Unud) Prof Wayan Windia.

Dirinya menyoroti belum adanya tindakan penghentian pengurukan dari aparat, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.

Prof Windia mengatakan, seharusnya Pemkot Denpasar bisa bertindak tegas terkait permasalahan tersebut.

"Jangan bikin malu, terkesan ada pembiaran dan semakin lama pemerintah bisa diduga ikut berkompromi," kata Prof Windia saat ditemui di Denpasar, Rabu (13/11/2019).

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved