Tilep Dana Hibah Pembangunan Pelinggih Pura Paibon, Simpul dan Ngenteg Divonis 2,5 Tahun

Simpul dan Nganteg terbukti bersalah menilep dana hibah APBD Provinsi Bali 2014 dan divonis 2,5 tahun penjara

Tilep Dana Hibah Pembangunan Pelinggih Pura Paibon, Simpul dan Ngenteg Divonis 2,5 Tahun
Tribun Bali/Putu Candra
(kanan-kiri) I Nyoman Simpul dan I Ketut Ngenteg Kiri setelah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu. Tilep Dana Hibah Pembangunan Pelinggih Pura Paibon, Simpul dan Ngenteg Divonis 2,5 Tahun 

Tilep Dana Hibah Pembangunan Pelinggih Pura Paibon, Simpul dan Ngenteg Divonis 2,5 Tahun

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagian staf di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung, I Nyoman Simpul dan mantan Sekretaris DPC Klungkung, I Ketut Ngenteg menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Denpasar, Denpasar, Bali, Rabu (13/11/2019).

Keduanya menjalani sidang dengan berkas terpisah, dan divonis pidana penjara masing-masing dua tahun dan enam bulan (2,5 tahun).

Oleh majelis hakim, kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah menilep dana hibah APBD Provinsi Bali 2014 untuk pembangunan pelinggih di Pura Paibon Tutuan, Banjar Nyamping, Gunaksa, Dawan, Klungkung, Bali, senilai Rp 70 juta.

Putusan itu lebih ringan setahun dibandingkan tuntutan yang dilayangkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya tim jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung menuntut Simpul dan Ngenteg dengan pidana penjara masing-masing selama tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun).

Menanggapi putusan majelis hakim, kedua terdakwa melalui tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima, sedangkan tim jaksa masih pikir-pikir.

Majelis hakim dalam amar putusan menyatakan, terdakwa Simpul dan Ngenteg telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dakwaan subsider.

Keduanya dijerat Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI No.31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Nyoman Simpul dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan dikurangi selama berada dalam tahanan sementara, dengan perintah tetap ditahan. Dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan," tegas Hakim Ketua I Wayan Sukanila.

Dana BHP Triwulan 3 Tak Kunjung Cair, Sejumlah Pembangunan Infrastruktur di Gianyar Terganjal

Pengunjung Wajib Serahkan Identitas Saat Masuk ke Polres Bangli

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved