Gempa Guncang Bali

Termasuk Gempa Dangkal, Gempa Bumi di Buleleng Sempat Diwarnai Isu Tsunami & Membuat Panik Warga 

Warga di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, belum berani tidur di rumah masing-masing setelah gempa melanda kawasan Buleleng

Termasuk Gempa Dangkal, Gempa Bumi di Buleleng Sempat Diwarnai Isu Tsunami & Membuat Panik Warga 
dok ist/Tribun Bali
DI EMPERAN - Warga tidur di emperan rumah di Desa Patas, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng, Kamis (14/11/2019) malam. Mereka belum berani tidur di dalam rumah akibat gempabumi. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Warga di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, belum berani tidur di rumah masing-masing setelah gempa melanda kawasan Buleleng, Kamis (14/11).

Hingga pukul 21.30 Wita, warga memilih tidur di luar rumah.

Ada juga yang mengungsi di daerah yang lebih tinggi.

Selain itu, sepeda motor dan mobil-mobil disiapkan di halaman atau berada di luar rumah. Warga telah menyiapkan jika terjadi bencana.

“Masyarakat belum berani tidur di dalam rumah. Mereka tidur di emperan rumah.

Mengantisipasi jika ada gempa susulan,” kata tokoh masyarakat Desa Patas, KH Amar Ma'ruf, kepada Tribun Bali, tadi malam.

Gempabumi tektonik menggunjang Bali sebanyak dua kali pada Kamis (14/11) sore. Kedua gempa berpusat di barat daya Kabupaten Buleleng.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, mengatakan gempa pertama terjadi pada pukul 18.10 Wita dengan kekuatan 4.6 skala richter, yang berpusat di 23 kilometer barat daya Buleleng.

Kemudian gempa susulan yang lebih keras dengan kekuatan 5.0 terjadi sekitar pukul 18.21.39 Wita, yang berpusat di 21 kilometer barat daya Buleleng.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5.0.

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved