Yayasan BaliFokus Lakukan Audit, Tiga Merek Ini Paling Banyak Sumbang Sampah Plastik

Yayasan BaliFokus/Nexus3 berpartisipasi dalam #BrandAudit2019 atau audit merek dari #BreakFreeFromPlastic yang dilaksanakan selama 7 hari berturut-tur

Yayasan BaliFokus Lakukan Audit, Tiga Merek Ini Paling Banyak Sumbang Sampah Plastik
Dokumentasi Yayasan BaliFokus/Nexus3
Proses audit merek sampah dari Yayasan BaliFokus/Nexus3 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Yayasan BaliFokus/Nexus3 berpartisipasi dalam #BrandAudit2019 atau audit merek dari #BreakFreeFromPlastic yang dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut dari 11 hingga 18 September 2019 lalu.

#BrandAudit2019 ini dilakukan pada tiga sekolah yang berbeda yaitu, SD Negeri 4 Yangapi di Kabupaten Bangli, SMP Negeri 3 Kuta Utara di Kabupaten Badung dan SD Hainan School di Kota Denpasar.

Penasihat Senior Yayasan Nexus3/BaliFokus Yuyun Ismawati mengatakan, hasil keseluruhan audit merek sampah plastik tersebut menunjukkan bahwa tiga besar perusahaan penghasil sampah plastik di berbagai sekolah adalah Mayora, Orang Tua, dan Indofood.

"Beberapa tahun terakhir kita hanya berfokus pada hasil brand audit global yang menunjukkan Coca-Cola, Nestle dan Pepsico sebagai penghasil pencemar plastik tertinggi di dunia," kata Yuyun melalui keterangan tertulisnya, Jumat (15/11/2019).

Akselerasikan Transformasi Digital Layanan Kesehatan, Telkomsel Kolaborasi dengan Halodoc

Kisah Dramatik di Balik Hubungan Soekarno dengan Ratna Sari Dewi

"Sedangkan di dalam negeri, hasil brand audit Nexus3 menunjukkan perusahaan multinasional Indonesia (yaitu) Indofood, Mayora dan Orang Tua menghasilkan limbah kemasan plastik dari produk-produknya yang sulit terurai di lingkungan dan bernilai rendah untuk didaur ulang,” imbuhnya.

Ketiga perusahaan hasil temuan Nexus3 merupakan perusahaan multinasional Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir selalu masuk dalam daftar perusahaan pencemar sampah plastik tertinggi di Indonesia.

Dijelaskan olehnya, audit merek adalah kegiatan yang diinisiasi oleh #BreakFreeFromPlastic untuk mengidentifikasi merek-merek sampah plastik sekali pakai.

Dari hasil identifikasi tersebut, datanya kemudian digunakan untuk meminta perusahaan yang bersangkutan untuk bertanggung jawab.

Sebetulnya, kata dia, perusahaan-perusahaan ini juga memiliki tanggung jawab terhadap sampah pasca konsumsi dari produk mereka.

Selvi Ananda Akan Melahirkan Cucu Ketiga Presiden Jokowi, Begini Fasilitas Kamar RS Yang Disediakan

Berikan Kenyaman untuk Masyarakat dan Wisatawan, Polres Gianyar Gencarkan PRC Sabhara

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved