Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kisahkan Rajapala dan Ken Sulasih, Mural Bercerita Hiasi Tukad Badung 

Setelah mural tiga dimensi yang digambar pada sisi barat Tukad Badung, kini sisi timurnya dilengkapi dengan mural bercerita.

Tayang:
Tribun Bali/Putu Supartika
Mural Rajapala di Tukad Badung 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Setelah mural tiga dimensi yang digambar pada sisi barat Tukad Badung, kini sisi timurnya dilengkapi dengan mural bercerita.

Lokasi mural ini tepatnya di utara jembatan Jalan Hasanuddin, Denpasar.

Mural bercerita ini mengisahkan tentang Raja Pala dengan Dewi Ken Sulasih.

Pada mural terlihat seorang pemuda gagah yang bernama Raja Pala mengintip tujuh bidadari yang sedang mandi.

Saat bidadari tersebut asyik mandi, Raja Pala mengambil selendang salah satu bidadari tersebut yang ternyata milik Dewi Ken Sulasih.

Perselingkuhan Perwira Polisi dengan 2 Wanita Berujung Sakit Hati, Si Perempuan Diporoti & Menyesal

Bayi Baru Lahir Wajib Ikut BPJS Kesehatan, Diatur Dalam Perpres dan Ada Sanksinya

Selain Depresi, 4 Gangguan Mental Ini Banyak Diderita Para Remaja pada Era Ini

Dikonfirmasi Kabid Pertamanan, Dinas Perkim Kota Denpasar, IA Widhianasari, Sabtu (16/11/2019) mengatakan ide pembuatan mural dengan cerita Raja Pala ini memang muncul begitu saja.

"Idenya muncul aja, kebetulan kan di sungai, lalu apa yang cocok, ya itu Raja Pala. Di sana juga ada gambar air terjunnya, ya biar seperti sungai aslilah yang ada air terjunnya. Juga untuk mengangkat budaya kuno kita," katanya.

Kebahagian Dapat Dirasakan dalam Waktu Lama, 3 Jenis Kebahagiaan Menurut Motivator Edvan M. Kautsar

Ia mengatakan, mural ini sebenarnya hanya pemanis saja.

Pekerjaan utamanya adalah pembuatan vertikal garden di bawah mural tersebut sepanjang 45 meter.

"Sebenarnya mural itu pemanis, nanti intinya ada vertikal garden, di bawahnya kan sudah ada tiang besi-besi, sama sekarang masih masang pipa, nanti tanamannya digantung-gantung di sana," katanya.

Kisah Dickmann Bergulat dengan Predator, Selamat dari Serangan Buaya Setelah Mencungkil Matanya

Dikira dari Bahasa Asing, Ini 3 Arti Nama Cucu Jokowi yang Diambil dari Bahasa Jawa

Sengatan Tawon Ndas Menyebabkan Kematian, Begini Penjelasan Peneliti

Untuk pembuatan mural dan vertikal garden ini menelan anggaran Rp 827 juta dengan waktu pengerjaan 90 hari kalender.

Pengerjaan dimulai pada 11 September lalu dan berakhir awal Desember 2019.

Adapun jenis tanaman yang akan digantung pada vertikal garden meliputi Cryptanthus merah sebanyak 946, pakis 726, Cryptanthus putih 660, bromelia kuning 946, bromelia merah 946, Syngonium 352, pilo cardinal 1.584, bougenville variegata 176 dan vernonia elliptica 812.

Sehingga akan dilengkapi dengan tanaman sejumlah 7.148. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved