400an Hektar Sawah di Denpasar Timur Tak Dapat Air Selama 2 Kali Masa Tanam
Hingga bulan November 2019 ini, sebanyak 400an hektar sawah di Denpasar Timur tak kunjung mendapatkan air.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hingga bulan November 2019 ini, sebanyak 400an hektar sawah di Denpasar Timur tak kunjung mendapatkan air.
Oleh karena itu, petani di wilayah ini tak bisa melakukan penanaman padi.
Hal ini karena masih ada proses perbaikan irigasi DAM Kedewatan, Gianyar.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra mengatakan air diperkirakan baru bisa mengalir pada akhir November 2019 ini.
"Katanya akhir November sudah bisa, sekarang cuma dibuka seminggu sekali saja. Ya semoga akhir November ini memang sudah bisa dibuka," kata Ambara saat dikonfirmasi, Minggu (17/11/2019) siang.
• BREAKING NEWS! Tak Terima Dipecat dari Kerjaannya, Pria di Jembrana Ini Tebas Kepala Tetangganya
• Mabes Polri Sebut Densus 88 Telah Menangkap Tiga Lelaki & Satu Perempuan Terduga Teroris di Aceh
Sebelumnya ia sempat mengatakan kemungkinan air ini bisa mengalir akhir Oktober 2019, namun belum bisa.
Ambara menambahkan, hal ini sudah terjadi sejak bulan April 2019 lalu.
Sehingga petani tak bisa menanam padi untuk dua kali masa tanam.
"Yang tidak bisa nanem padi itu kurang lebih 400 hektar, mulai April atau dalam bahasa kita dua kali tanam padi. Tapi mereka nanem palawija, jagung, dan jagung manis," imbuhnya.
Akan tetapi menurutnya ada petani yang mau dan ada pula yang memilih untuk mendiamkan lahannya hingga air mengalir normal.
• Dicampur Minyak Kelapa, Lelaki Ini Sembuhkan Penyakit Ayahnya dengan Ekstrak Daun Ganja
• 2 Juta Pelamar CPNS 2019 Telah Buat Akun SSCN, Berikut Instansi yang Sepi Peminat Pada CPNS 2018
Dari 400 hektar lahan tersebut, yang terdampak yakni 11 subak di antaranya subak Umadesa, Subak Temaga, Subak Padanggalak, Subak Umalayu, Subak Subak Paang, Subak Saba, Subak Lungatat, Subak Taman.
Ia berharap setelah air mengalir normal, pada bulan Desember 2019 ini petani sudah bisa mempersiapkan tanahnya untuk melakukan penanaman padi.
Sementara itu, terkait musim kemarau panjang ini, pihaknya mengaku tak menjadi masalah.
• Begini Momen Coach Indra Sjafri Secara Tak Sengaja Menyebut Fadil Sausu & Bali United Juara Liga 1
"Kalau musim kemarau ini belum berdampak, bahkan Denpasar sekarang sedang mulai panen padi. Yang banyak panen itu ada di Denpasar Utara, dan Selatan," katanya.
Ia menambahkan, "Secara umum tidak ada permasalahan air, karena air kita terbuang semua ke hilir, semua dapat, apalagi di Denpasar Selatan ada pembagian tahun ganjil dan genap." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sawah-tak-dapat-air-di-wilayah-denpasar-timur.jpg)