Dharma Wacana

Agama Hadir sebagai Alunan Merdu

Berbicara masalah intoleran, memang sesuatu yang kurang enak dalam interaksi sosial. Padahal, negara ini dibangun oleh yang bersifat heterogen,

Agama Hadir sebagai Alunan Merdu
TRIBUN BALI
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

Oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

TRIBUN-BALI.COM, -- Berbicara masalah intoleran, memang sesuatu yang kurang enak dalam interaksi sosial.

Padahal, negara ini dibangun oleh yang bersifat heterogen, dari berbagai suku hingga ideologi.

Namun seiring berjalannya waktu, terjadi politisasi di wilayah agama atau terjadi agamisasi di wilayah politik, maka terjadilah keberagamaan yang eklusif, mengganggap dirinya paling benar.

Dalam intoleran, ada sebuah teosentimen atau sentimen kepercayaan.

Kalau kita melihat sejarah, negara Indonesia ini tidak dibangun oleh satu penganut agama, tapi ada penganut agama lain.

Sebenarnya negara sudah sangat bijak berbicara mengenai agama, dengan menempatkan ideologi sebagai asas tunggal.

Menyangkut masalah keberagamaan, negara sudah memberikan jaminan dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Negara menjadikan rakyatnya beragama menurut kepercayaannya, dan menjamin kebebasan bersembahyang.

Tapi kenyataanya, belakangan ini mulai tidak enak didengar.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved