Dharma Wacana

Agama Hadir sebagai Alunan Merdu

Berbicara masalah intoleran, memang sesuatu yang kurang enak dalam interaksi sosial. Padahal, negara ini dibangun oleh yang bersifat heterogen,

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto

Sebegitu kita lakukan, tapi masih ada wacana Bali tidak ramah untuk hal-hal yang tidak masuk akal.

Bahkan kalau bicara masalah toleransi, kita super toleransi di Bali.

Nah sekarang bagaimana, tentu kalau sikap secara pengamanan, negara harus hadir.

Sebab menyangkut masalah keyakinan orang, kemudian bagaimana keyakinan itu diwujudkan dalam perilaku keseharian.

Pengajaran agama yang tidak benar, pasti akan membentuk karakter eklusivisme, menganggap Tuhan hanya ada pada dirinya.

Mestinya agama hadir untuk saling menyapa, bahkan belakangan ini mengucapkan salam dari umat lain tidak dibenarkan.

Agama ada supaya umat menjadi damai dan hidupnya terarah.

Kalau sudah tidak ada kedamaian, apa arti kita bertuhan, apalagi ada pemaksaan dan pengekangan.

Agama harus hadir sebagai alunan merdu, sebagai sebuah melodi, yang tentu tidak hanya satu suara.

Di situ ada gitar, ada bas, dan sebagainya.

Marilah Indonesia menjadi sebuah negara yang menghasilkan melodi yang indah dimainkan oleh orkestra yang terdiri dari berbagai jenis musik. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved