Polda Bali Akui Kesulitan Ungkap Dalang Dibalik Maraknya Kasus Skiming
Maraknya kasus Skiming di Indonesia khususnya di Bali membuat masyarakat lokal maupun mancanegara resah
Penulis: Rino Gale | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Maraknya kasus Skiming di Indonesia khususnya di Bali membuat masyarakat lokal maupun mancanegara resah.
Namun aparat kepolisian Polda Bali tidak main-main dalam kasus tersebut.
Kasubdit I Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci mengatakan dalam kasus skiming ini pihak Polda Bali tidak main-main menanganinya.
Pasalnya, data pengaduan atau laporan korban terkait kasus skiming dari tahun 2018-2019 mencapai ratusan.
"Tahun 2018 itu ada 179 pengaduan. Sedangkan tahun 2019 ada 127 pengaduan. Nah pada tahun 2018 ada empat kasus yang ditangani dan ditangkap 10 pelaku. Sedangkan tahun 2019 ada enam kasus dan ditangkap 13 pelaku. Jadi korban satu per satu datang untuk melaporkan hal tersebut. Ya ada yang kena sampai Rp 50 - ratusan juta," ujarnya saat ditemui di ruangannya di Dit Krimsus Polda Bali, Senin (18/11/2019).
Menurutnya, pelaku kasus skiming ini mempunyai jaringan yang besar.
Namun saat tertangkap tangan, pelaku menutup mulut dengan berbagai alasan.
"Setelah saya pelajari, menurut analisa saya kemungkinan ini jaringan. Susahnya itu karena mereka tutup mulut dan mengaku tidak kenal satu sama lain walaupun satu negara. Kemungkinan ada jaringan dan tidak mungkin jalan sendiri. Modusnya itu bervariasi, dan pelakunya tidak mau ngaku padahal ada barang bukti. Alasannya, bahwa barang bukti itu bukan miliknya, padahal sudah tertangkap tangan barang bukti berupa ATM itu masih dia pegang. Kemudian ada lagi, awalnya ngaku gak bisa bahasa Inggris kemudian setelah minta pengacara bisa diajak komunikasi," jelasnya.
"Jadi selama ini yang kita tangkap itu rata-rata pelaku yang khusus memasang alat di ATM untuk mencuri data bukan dalang atau aktornya. Tapi pada bulan Maret lalu kita sudah tangkap pelaku yang modusnya narik uang bukan yang pasang alat. Pelaku skiming ini berasal dari negara Rumania, Bulgaria, Ukrania, Polandia.Tapi yang paling sering itu Bulgaria dan Rumania," imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan, adanya beberapa kesulitan untuk mengetahui jejak dari pada pelaku skiming ini, dikarenakan para pelaku skiming semakin pintar untuk menghapus jejak mereka.
"Tentu kasus skiming ini bisa mencapai ratusan juta. Nah pintarnya para pelaku skiming itu, banyak yang ditukar dengan uang asing. Jadi kita agak kesulitan untuk melihat jejak berapa yang sudah ditarik dan digunakan itu. Dan kita masih mempelajari dan mengungkap itu. Kita juga berkoordinasi dengan pihak imigrasi terkait pelaku skiming, karena pelaku skiming ini memakai visa kunjungan dan alasanya sedang berwisata. Pintarnya para pelaku agar menghilangkan jejaknya lagi itu, mereka berpergian dari negara ke negara lain yang kemudian berujung lagi ke Indonesia. Misalnya nih, jadi mereka pertama datang ke Indonesia kemudian ke Hongkong terus ke Thailand, kemudian balik lagi ke Indonesia. Gita cara mereka," ujarnya
Lanjutnya, dalam proses tangkap tangan pelaku skiming tersebut, ternyata pelaku kedapatan membawa sajam.
"Memang ada beberapa pelaku skiming melakukan perlawanan dan kedapatan memabwa pisau panjang kemudian samurai. Namun astungkara para petugas tidak ada yang terluka," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kasus skiming yang semakin marak, tentu pihaknya bekerjasama dengan pihak bank maupun pihak kepolisian negara lain.
"Ya selama ini kita berkoordinasi dengan pihak bank. Apabila ada laporan dari Bank bahwa ada transaksi yang mencurigakan ya kita akan cek. Kalau dengan pihak kepolisian negara lain itu, kita diinfokan oleh mereka kalau ada pelaku buron di negara mereka yang akan melakukan aksi Skiming disini," ujarnya
Ia juga berharap agar masyarakat lebih waspada lagi dalam bertransaksi. "Masyarakat harus berhati-hati. Jika mau bertansaski harus pilih tempat ATM yang ada securitynya, karena pelaku skiming tidak akan melakukan aksinya kalau ada security," imbuhnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-skimming-atm_20180810_165946.jpg)