Dinding Tahanan PN Denpasar Rontok

Baru Dipasang 2 Bulan Lalu, Dinding Keramik Ruang Tahanan PN Denpasar Rontok

Saat itu di ruang tahanan wanita ada sekitar 6-7 tahanan wanita yang sedang menunggu persidangan perkara pidana.

Baru Dipasang 2 Bulan Lalu, Dinding Keramik Ruang Tahanan PN Denpasar Rontok
Tribun Bali/Eurazmy
Kepala Humas PN Denpasar, Dewa Budi Watsara tengah menunjukkan sisi dinding keramik ruang tahanan wanita PN Denpasar yang rontok, Selasa (19/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinding keramik yang terpasang di ruang tahanan wanita Pengadilan Negeri Denpasar tiba-tiba rontok.

Informasi yang dihimpun, dinding keramik ruang tahanan itu tiba-tiba rontok sekitar pukul 17.00 Wita pada Senin (18/10/2019) kemarin.

Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Soebandi mengatakan, padahal pengerjaan pemasangan keramik pada dinding ruang tahanan itu baru dimulai 2 bulan lalu.

Belum diketahui secara pasti apakah rontoknya dinding ini akibat kualitas pengerjaan yang tidak baik atau dampak gempa Buleleng kemarin.

Sempat Heboh Dikira Ada Sabotase Tahanan, Ternyata Dinding Ruang Tahanan PN Denpasar Rontok

BREAKING NEWS: Dinding Ruang Tahanan Wanita PN Denpasar Rontok Nyaris Celakai Tahanan Hamil

''Apalagi setelah Gempa Buleleng kemarin mungkin bisa jadi ada dampak pada adukan semennya jadi bergeser. Memang dari kami sebelumnya udah diingatkan untuk diperbaiki,'' ungkapnya kepada Tribun Bali, Selasa (19/11/2019).

Soebandi pun menyayangkan akibat adanya kejadian ini berpotensi membahayakan keselamatan tahanan didalamnya.

Menurut dia, ia menyayangkan atas kualitas pengerjaan dinding keramik yang dibuat ini tidak baik.

Kalau secara struktur bangunan ruang, kata dia masih kuat meski berumur puluhan tahun sejak dibangun pada 1984 silam.

''Ini yang gak baik cuman pengerjaan dinding keramik barunya aja. Kami pasang supaya gak keliatan kotor sekitar 2 bulan silam,'' katanya.

Kendati begitu, ruangan tahanan ini masih akan dipergunakan sebagaimana biasa karena diklaim tidak berpotensi bahaya parah.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved