Liputan Khusus
Hasil Penelitian Sampah Plastik di Bali, 33 Ton Terbuang ke Aliran Sungai
Meski pemerintah telah sering mensosialisasikan larangan pembuangan sampah ke sungai, namun realitanya masih banyak sampah-sampah plastik
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski pemerintah telah sering mensosialisasikan larangan pembuangan sampah ke sungai, namun realitanya masih banyak sampah-sampah plastik yang dibuang ke sungai-sungai yang ada di Bali.
Ini terungkap dari penelitian yang dilakukan Bali Partnership, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali tahun 2018 sampai akhir tahun 2019 ini.
Hasilnya, diperkirakan ada 33 ton sampah plastik yang terbuang ke sungai-sungai yang ada di Bali.
“Penelitian ini kami lakukan tahun 2018 sampai 2019 ini. Jadi dari seluruh sungai di Bali diambil sampel. Tidak semua sungai.
Khusus pada musim hujan untuk 22 sungai lintas kota kabupaten pasti ada sampah plastiknya walaupun saat ini sudah semakin menurun,” kata Kepala DLH Provinsi Bali I Made Teja kepada Tribun Bali, Senin (18/11).
Dari hasil penelitian tersebut, tercatat timbulan sampah di Provinsi Bali sebanyak 1,6 juta ton per tahun.
Dari jumlah tersebut, 52 persen di antaranya belum tertangani dengan baik.
Rincianya, timbulan sampah di Bali per hari rata-rata 4.281 ton.
Dari jumlah tersebut, 2,061 ton telah ditangani dengan baik, dan 2,220 ton sampah belum tertangani dengan baik.
Artinya, jumlah sampah yang tertangani dengan baik masih lebih kecil daripada yang bisa ditangani dengan baik.
Sampah-sampah yang dikategorikan tertangani dengan baik, menurut data tersebut, yakni sampah yang didaur ulang, dan berhasil diangkut sampai ke TPA.
Sedangkan, sampah yang dikategorikan tidak tertangani dengan baik adalah sampah yang dibakar, terbuang ke lingkungan, dan dibuang ke sungai atau aliran air.
Jumlah sampah di Bali yang berhasil didaur ulang sebanyak 164 ton/hari (4 persen), jumlah sampah yang berhasil diangkut ke TPA Sebanyak 1.897 ton/hari (44 persen).
Sementara itu, jumlah sampah di Bali yang dibakar per hari rata-rata 824 ton (19 persen), sampah yang dibuang ke lingkungan sebanyak 944 ton/hari (22 persen), dan sampah yang dibuang ke sungai atau aliran air sebanyak 452 ton/hari (11 persen).
Selaku Kepala DLH Provinsi Bali, Made Teja mengaku prihatin dengan kondisi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sampah-plastik-di-pantai-kedonganan.jpg)