Jangan Nekat Traveling ke Sini, Masuk Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Dikunjungi 2020

Travel Risk Map tersebut perkiraan tempat paling berbahaya untuk dikunjungi pada tahun 2020, serta masalah terbesar yang akan dihadapi para pelancong

Reuters/ H Katan
Puing-puing kota Aleppo, ibu kota Provinsi Aleppo, Suriah utara, yang sebelum perang saudara merupakan kota besar kedua setelah Damaskus, ibu kota negara itu. Jangan Nekat Traveling ke Sini, Masuk Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Dikunjungi 2020 

Jangan Nekat Traveling ke Sini, Masuk Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Dikunjungi 2020

TRIBUN-BALI.COM - Jangan Nekat Traveling ke Sini, Masuk Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Dikunjungi 2020

Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Dikunjungi Saat Traveling

International SOS, sebuah perusahaan jasa risiko keamanan medis dan perjalanan, merilis annual Travel Risk Map ke-11.

Travel Risk Map tersebut perkiraan tempat paling berbahaya untuk dikunjungi pada tahun 2020, serta masalah terbesar yang akan dihadapi para pelancong di tahun mendatang.

Dilansir laman Forbes, menurut Matthew Bradley, direktur keamanan regional di International SOS, risiko nomor satu untuk tahun depan adalah risiko dari pergeseran geopolitik.

"Kerusuhan sipil dihasilkan dari ketidaksetaraan dan orang-orang yang ingin memiliki situasi yang berbeda di negara mereka daripada di masa lalu," kata Matthew Bradley, direktur keamanan regional di International SOS.

"Kami telah melihat hal itu terutama di Hong Kong, di negara-negara berisiko rendah lainnya seperti Chili dan di beberapa negara berisiko tinggi seperti Bolivia, Ekuador, dan Lebanon."

Pada Travel Security Risk Map dunia, International SOS mencantumkan lima kategori risiko: tidak signifikan, rendah, sedang, tinggi dan ekstrem.

Menurut International SOS, peringkat ini didasarkan pada "ancaman saat ini yang ditimbulkan kepada para wisatawan dengan kekerasan politik (termasuk terorisme, pemberontakan, kerusuhan dan perang yang bermotivasi politik).

Halaman
1234
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved