Sampah Jadi Momok Bagi Pariwisata, PHRI Apresiasi Pergub Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Kita harus dukung semuanya,seluruh elemen masyarakat baik industri maupun instansi harus mendukung ini karena demi Bali yang bersih dan Bali yangsehat

Sampah Jadi Momok Bagi Pariwisata, PHRI Apresiasi Pergub Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
TRIBUN BALI/WEMA SATYADINATA
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster Baru saja menandatangani Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Penerbitan Pergub ini mendapat apresiasi dari insan pariwisata di Bali.

Selama ini sampah dirasa menjadi momok bagi pariwisata Bali.

Belum lama ini bahkan sebuah media asing salah satunya menyoroti masalah sampah di Bali sehingga Bali dianggap tidak layak untuk dikunjungi tahun 2020.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan Pergub nomor 47 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber ini idenya sangat luar biasa.

Dari 4.281 Ton Sampah Per Hari, Hanya 2.061 Ton yang Tertangani; Koster Kembali Keluarkan Pergub

Timbulan Sampah 4.281 Ton Per Hari, Pemprov Terbitkan Pergub Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber  

Maka dari itu, pihaknya mengimbau semua pihak untuk mendukung implementasi Pergub ini.

“Kita harus dukung semuanya, seluruh elemen masyarakat baik industri maupun instansi harus mendukung (Pergub) ini karena demi Bali yang bersih dan Bali yang sehat,” kata Agung Rai di Jayasabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (21/11/2019).

Dengan Pergub pengolahan sampah berbasis sumber, lanjut dia, nantinya diharapkan pengelolaan sampah bisa diselesaikan di tingkat desa, sehingga yang dibuang ke TPA hanya residunya saja.

Bagaimana dengan pengelolaan sampah di hotel dan restoran?

Pihaknya akan bekerjasama dengan ahlinya yang berbasis teknologi sehingga sampah-sampah itu langsung bisa dipilah dan dipilih, menjadi sampah basah dan sampah kering.

Disisi lain, tentu proses tersebut memerlukan waktu, contohnya seperti di Badung yang kini mempunyai program mandiri sampah.

“Ini harus segera kita realisasikan karena waktu itu bergulir cepat sekali dan bagaimana mengatasi sampah itu sehingga tidak menjadi momok dalam pariwisata,” ujarnya.

Aplikasi Layanan Sampah Online Senilai Rp 100 Juta, Siapkan Lahan 1.2 Hektare dan Infrastruktur

Hasil Penelitian Sampah Plastik di Bali, 33 Ton Terbuang ke Aliran Sungai 

Sambungnya, jangan sampai persoalan sampah ini kemudian menurunkan citra pariwisata Bali di tingkat internasional.

Sekarang dari 25 top destinasi pariwisata dunia versi TripAdvisor, Bali masih berada diurutan keempat dikalahkan London, Paris, Barcelona..

Selain itu 75 persen perekonomian Bali ditunjang dari sektor pariwisata, bahkan perekonomian Badung sekitar 80 persen berasal dari pariwisata. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved