Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Banyuwangi

60 Model Melenggang Cantik di Catwalk Trotoar, Uniknya Pagelaran Banyuwangi Batik On Pedestrian

Pagelaran busana Batik On Pedestrian kembali digelar Banyuwangi di Taman Blambangan, Jumat (22/11/2019) sore

Editor: Irma Budiarti
Surya/Haorrahman
Banyuwangi kembali menggelar event busana Batik On Pedestrian di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (22/11/2019) sore. 60 Model Melenggang Cantik di Catwalk Trotoar, Uniknya Pagelaran Banyuwangi Batik On Pedestrian 

60 Model Melenggang Cantik di Catwalk Trotoar, Uniknya Pagelaran Banyuwangi Batik On Pedestrian

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pagelaran busana Batik On Pedestrian kembali digelar Banyuwangi di Taman Blambangan, Jumat (22/11/2019) sore.

Puluhan desain busana batik nan menawan karya desainer daerah ditampilkan dalam sebuah parade busana di area pedestrian (pejalan kaki-red).

Sebuah tontonan menarik di antara ramainya ratusan penonton dan lalu lintas sore di kawasan kota.

Banyuwangi Batik On Pedestrian merupakan rangkaian event yang mengawali pagelaran Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang akan digelar, Sabtu (23/11/2019).

Di event ini, sebanyak 60 model dari kategori anak hingga dewasa melenggang cantik di catwalk trotoar taman kota.

Para model ini membawakan busana batik hasil desain sendiri maupun hasil kolaborasi dengan desainer lokal.

Tema  busana yang disajikan mulai kasual, busana pesta, hingga busana kerja.

Ketua Dekranasda (dewan kerajinan nasional daerah ) Banyuwangi, Dani Azwar Anas mengatakan event Banyuwangi Batik On Pedestrian yang digelar rutin tiap tahun adalah cara untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak muda daerah yang memiliki passion di bidang fashion, khususnya batik.

Sering Bertengkar dan Merasa Tidak Bahagia, Tanda Hubungan Tidak Sehat dan Harus Segera Diakhiri

Istri Gubernur Bali Minta Insan Radio Terus Kembangkan Konten, Ini Kelebihan Radio

"Kami yakin dengan terus memberikan panggung seperti ini akan terus memunculkan bibit-bibit desainer potensial daerah. Selain itu, ini juga cara menumbuhkan kecintaan mereka pada kain batik yang merupakan warisan budaya bangsa ini,” kata Dani yang istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Event ini sengaja digelar di area pedestrian selain untuk memberikan keunikan juga sekaligus untuk mengkampanyekan trotoar yang nyaman dan aman bagi pejalan kaki,” imbuh Dani.

Pada event yang memasuki tahun ke tujuh ini, para model mengenakan batik motif Blarak Sempal.

Motif ini menyerupai blarak-daun kelapa yg sudah tua dengan bentuk garis-garis miring yang tersusun berbanjar dan saling berlawanan.

Secara terpisah, Bupati Azwar Anas mengatakan, setiap tahun satu motif batik khas Banyuwangi ditampilkan secara bergiliran.

Di mana pada tahun ini Blarak Sempal dipilih menjadi tema besar.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved