Tinjau Pengerjaan Shortcut Mengwitani-Singaraja, Komisi V DPR RI Minta Pinggiran Danau Ditata Ulang

Hasilnya bagus, satu yang perlu diingat, setelah pengerjaan selesai saya harap kondisi pinggiran danau bisa ditata ulang agar lebih baik

Tinjau Pengerjaan Shortcut Mengwitani-Singaraja, Komisi V DPR RI Minta Pinggiran Danau Ditata Ulang
Dok. Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus bersama Gubernur Bali Wayan Koster saat melakukan peninjauan atas pengerjaan jalan pintas (shortcut) ruas Mengwitani-Singaraja pada titik 3 dan 4 di Bedugul, Tabanan, Kamis (21/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan peninjauan atas pengerjaan jalan pintas (shortcut) ruas Mengwitani-Singaraja pada titik 3 dan 4 di Bedugul, Tabanan, Kamis (21/11/2019).

Kunjungan Komisi V DPR RI yang memiliki lingkup tugas di bidang infrastruktur dan perhubungan ini bertujuan untuk mengetahui progres pengerjaan yang sudah dilaksanakan pada shortcut prioritas tersebut.

Selain melakukan peninjauan, Komisi V DPR RI juga berkesempatan mendengarkan pemaparan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII di ujung shortcut titik 4 Bedugul.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus pada kesempatan itu dengan detail mempertanyakan tahapan-tahapan pengerjaan shortcut titik 4 yang sudah dilalui dari awal hingga progres saat ini.

Setelah mendengarkan penjelasan dari BPJN VIII, ia mengaku mendukung hasil pengerjaan dan merasa optimistis pengerjaan bisa selesai tepat waktu.

Tingkatkan Skill Staf Medis, RS Bhayangkara Gelar Pelatihan Pelayanan Pasien Resiko Tinggi

Layanan SPKT, SIM dan SKCK Diakses Online, Polresta Sandang Penyelenggara Pelayanan Publik Terbaik

"Hasilnya bagus, satu yang perlu diingat, setelah pengerjaan selesai saya harap kondisi pinggiran danau bisa ditata ulang agar lebih baik, juga material sisa pembangunan agar dibersihkan," pintanya.

Kepala BPJN VIII Yusmara menyatakan, bahwa shortcut titik 3 sudah selesai 100 persen sesuai dengan perencanaan, baik realisasi fisik maupun keuangannya.

Sementara untuk titik 4 pertanggal 17 November realisasi fisiknya mencapai 85,11 persen dan realisasi keuangan mencapai 71,16 persen.

Yusmara pun mengaku berusaha agar pengerjaan selesai tepat waktu pada bulan Desember 2019, sehingga secepatnya bisa diresmikan dan dimanfaatkan masyarakat umum.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan harapannya agar pengerjaan shortcut tersebut bisa selesai tepat waktu.

Mengingat proyek ini sangat penting guna mengurai kemacetan yang sering kali terjadi saat musim liburan maupun akhir pekan.

Tanamkan Kesadaran Pajak Bagi Peserta Didik & Tenaga Pendidik, DJP Bali Gelar Malam Anugerah Inklusi

Wagub Cok Ace: Gerakan Pramuka di Bali Sedang Menghadapi Tantangan Berat

Kemacetan tersebut antara lain disebabkan oleh lonjakan kunjungan wisatawan ke Kebun Raya Bedugul serta padatnya arus pengguna jalan dari arah Denpasar ke Singaraja dan sebaliknya.

"Titik 3 sudah aman, realisasi sudah sesuai rencana. Titik 4 progres menurut Kepala Balai sudah mencapai 85,11 persen, tinggal sedikit ini, harus selesai tepat waktu ya, jangan sampai terlambat," pinta eks anggota DPR RI itu.

"Selain potensi mengurai kemacetan, realisasi pembangunan shorcut ini juga sebagai bentuk komitmen saya membangun Bali melalui Visi Nangum Sad Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru, yakni pemerataan perkembangan antara Bali Selatan dengan Bali Utara," cetus Gubernur Koster sambil melanjutkan peninjauan. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved