Semua Pintu Gerbang Ditutup Saat Pegawai Setda Klungkung Test Urin

Menjelang test urin, petugas Satpol PP sampai menutup semua pintu gerbang di Kantor Pemkab Klungkung untuk mengantisipasi ada pegawai keluar kantor.

Semua Pintu Gerbang Ditutup Saat Pegawai Setda Klungkung Test Urin
TRIBUN BALI
TEST URIN - Pegawai Sekda Klungkung mengikuti test urin di kantor Pemkab Klungkung, Senin (25/11). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Klungkung menggelar test urin kepada seluruh pegawai di Setda Klungkung, Senin (25/11). Dalam prosesnya, ada 8 pegawai yang harus melakukan test urin ulang karena dicurigai menyetorkan air biasa.

Kepala Kesbangpol Klungkung yang juga pelaksana harian P4GN Klungkung, I Wayan Sujana menjelaskan test urin ini dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan pegawai pemerintahan.

Test urin dilaksanakan sekitar pukul 08.30 Wita, sesaat setelah dilakukan apel pagi. Menjelang test urin, petugas Satpol PP sampai menutup semua pintu gerbang di Kantor Pemkab Klungkung untuk mengantisipasi ada pegawai keluar kantor selama dilaksanakan test urin.

Keseluruhannya total ada 266 pegawai yang mengikuti test urin, semua merupakan ASN dan pegawai kontrak di seputaran Kantor Setda Klungkung. Setelah melakukan apel pagi, satu persatu pegawai diminta menyetorkan sample urin mereka. Selanjutnya, dilakukan teskip parameter 6 yang mampu mendeteksi amphetamine (ekstasi), metamfetamin (sabu-sabu), THC (Ganja), OTC (obat yang dijual bebas seperti obat flu, sakit kepala), dan Heroin.

Dalam pelaksanaannya, ternyata ada 8 pegawai harus ditest urin ulang. Menurut keterangan beberapa petugas, ada beberapa urin yang disetor terlalu bening dan dicurigai air biasa. Namun hal ini dibantah Wayan Sujana. Menurutnya, 8 orang pegawai yang harus menjalani tes urin ulang karena kelebihan saat menyetor sampel urinnya.

" 8 pegawai harus test urin ulang karena saat menyerahkan itu urinnya kebanyakan. Sehingga ketika dicek itu, alat teskipnya tidak terbaca," ujar Wayan Sujana.

Dari hasil test urin tersebut dinyatakan 265 pegawai hasilnya negatif narkoba. Termasuk 8 orang yang melakukam test urin ulang. Sementara 1 pegawai hasilnya dinyatakan positif. Setelah didalami, ternyata pegawai tersebut mengkonsumsi obat Maag akut.

"Test urin ini ke depannya tidak hanya kami lakukan di Kantor Pemkab Klungkung, namun juga menyasar instansi lainnya seperti Kantor DPRD Klungkung, maupun kepolisian," jelas Wayan Sujana.

Selain di Kantor Pemkab Klungkung, sebelumnya tim P4GN juga sudah melakukan test urin di Kantor PDAM Klungkung dan di beberapa kantor desa.

Dalam rentang waktu setahun terakhir, ada beberapa ASN yang terlibat kasus peredaran Narkoba di antaranya merupakam PNS di Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana, dan di PDAM Klungkung.

Kepala BNNK Klungkung, AKBP Dewa Made Alit menjelaskan instansi yang dipimpinnya baru resmi dibentuk tahun 2018 silam. BNNK selain melakukan penindakan, juga lebih berfokus pada langkah pencegahan seperti pemberian sosialisasi atau penyuluhan dan rehabilitasi.

Jika ada ASN yang positif narkoba saat di test urin, nanti akan dilakukan upaya rehabilitasi oleh BNNK. "Fokus kami tentu pencegahan dan rehabilitasi. Sementara tindakan lebih fokus pada pemasok, untuk memutus rantai peredaran narkoba," ungkapnya. (mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ni Ketut Sudiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved