Terlibat Jual Beli Narkotik Golongan I, Rahmat Dituntut 15 Tahun Penjara

Rahmat dituntut tinggi karena diduga terlibat dalam jual beli narkotik golongan I jenis sabu-sabu dan tembakau gorilla.

Terlibat Jual Beli Narkotik Golongan I, Rahmat Dituntut 15 Tahun Penjara
TRIBUN BALI
SIDANG - Rahmat saat berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di PN Denpasar. 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Tidak ada raut penyesalan dari wajah Rahmat Gandi (24) usai dirinya dituntut 15 tahun penjara. Pemuda tamatan SMP ini tampak tegar dan sesekali melempar senyum ke kerabatnya yang mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (26/11).

Rahmat dituntut tinggi karena diduga terlibat dalam jual beli narkotik golongan I jenis sabu-sabu dan tembakau gorilla. Terhadap tuntutan yang dilayangkan jaksa, Rahmat yang didampingi tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis.

"Kami akan mengajukan pembelaan tertulis. Mohon waktu seminggu Yang Mulia," ujar Aji Silaban selaku anggota penasihat hukum kepada majelis hakim. Dengan demikian, sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan, mengagendakan pembacaan nota pembelaan dari pihak penasihat hukum terdakwa.

Sementara dalam surat tuntutan, Jaksa AA Gede Lee Wisnhu Diputera menyatakan, bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I jenis sabu-sabu. Terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik, sebagaimana dakwaan primair.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rahmat Gandi dengan pidana penjara selama 15 tahun dikurangi masa tahanan sementara dengan perintah tetap ditahan. Dan pidana denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara," tegas Jaksa Agung Lee dihadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi.

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, ditangkap Rahmat berawal saat petugas kepolisian dari Polda Bali mendapat informasi dari masyarakat. Bahwa terdakwa yang kerap menjual narkotik akan ke Hotel Queen, Jalan Teuku Umar mengirim 1 paket sabu-sabu kepada pemesan.

"Terdakwa yang kos di kawasan Jalan Ahmad Yani Selatan, Lumintang, Denpasar dihubungi oleh Albert (DPO) disuruh mengantar 1 paket sabu-sabu ke Hotel Queen," terang Jaksa Agung Lee kala itu.

Selanjutnya terdakwa ke Hotel Queen. Saat tiba di kamar No 59 Hotel Queen terdakwa dihampiri petugas kepolisian. Petugas lalu melakukan penggeledahan terhadap terdakwa dan hasilnya ditemukan satu paket sabu-sabu 0,31 gram netto. Saat ditanyakan, terdakwa mengaku narkotik itu akan dijual kepada seseorang seharga Rp 800 ribu sesuai arahan dari Albert. Sebagai imbalan, terdakwa diberikan upah Rp 50 ribu oleh Albert.

Kemudian oleh petugas, terdakwa diajak ke kosnya. Ternyata di kamar kos terdakwa petugas mendapati rekan terdakwa bernama Lucky Wahyu Pramana (terdakwa berkas terpisah) dan Lukman Sardi (saksi). Lucky sebelumnya telah membeli 1 paket sabu-sabu dari terdakwa. Sementara saat penggeledahan di kamar kos terdakwa, petugas menemukan 1 plastik klip sabu-sabu seberat 4,35 gram netto. Terdakwa mengaku sabu-sabu itu akan dijual sesuai arahan Albert.

"Juga ditemukan 4 paket tembakau gorilla dengan berat keseluruhan 7,50 gram netto, 1 buah alat isap (bong), 1 buah timbangan elektrik, uang sisa penjualan Rp 45 ribu dan barang bukti terkait lainnya," beber jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali itu. (can)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ni Ketut Sudiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved