Berita Banyuwangi
Bupati Dharmasraya Sumatera Barat Bawa Forpimda untuk Tiru Mal Pelayanan Publik Banyuwangi
“Kami banyak mendengar tentang good practice pelayanan publik di Banyuwangi. Kami ingin mengadopsi pelayanan publiknya, khususnya Mall Pelayanan Publi
Dalam kesempatan itu, Anas menjelaskan bahwa selain MPP yang ada di tengah kota, Banyuwangi juga membuka pasar pelayanan di areal pasar di wilayah Kecamatan Genteng.
Pasar pelayanan publik ini didirikan sebagai solusi atas geografis Banyuwangi yang terluas di Jawa Timur.
Ini menyebabkan warga di kawasan Banyuwangi selatan harus menempuh jarak yang jauh bila mengurus dokumen ke pusat pemerintahan.
• Sebut Belum Juara, Pelatih Bali United Teco: Satu Poin Lagi di Semen Padang, Kami Juara
• Tinggal Butuh Satu Poin, Bali United Berpeluang Pesta Juara Liga 1 di Kota Padang
"Namun dengan adanya Pasar Pelayanan Publik di Genteng ini, mereka cukup datang ke sini. Tidak perlu jauh-jauh dan buang waktu ke kota. Karena pasar pelayanan ini telah membuka layanan pengurusan 90 jenis surat perijinan. Ini adalah cara kami untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” kata Anas.
Anas menambahkan, selain MPP, Banyuwangi juga memiliki banyak inovasi pelayanan publik yang lain. Di antaranya, program penanganan masalah sosial.
"Mulai dari Rantang Kasih, pemberian makanan gratis setiap hari kepada warga lansia miskin; Gancang Aron, pengantaran obat dari RSUD ke rumah warga miskin berkolaborasi dengan ojek online, GOJEK; Siswa Asuh Sebaya (SAS); hingga Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh)," pungkas Anas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sutan-riska-saat-diterima-bupati-banyuwangi-abdullah-azwar-anas.jpg)