Tersangka Nata Wisnaya Pernah Gugat Kejari Klungkung Soal Penyitaan Aset I Wayan Candra.

I Nengah Nata Wisnaya tampak lesu ketika keluar dari ruang penyidik Kejari Klungkung, Bali, Jumat (29/11/2019).

Tersangka Nata Wisnaya Pernah Gugat Kejari Klungkung Soal Penyitaan Aset I Wayan Candra.
istimewa
TERSANGKA - Kejaksaan Klungkung, Bali, Jumat (29/11/2019) ketika menetapkan I Nengah Nata Wisnaya yang merupakan kerabat Mantan Bupati Klungkung, I Wayan Candra, sebagai tersangka terkait kasus tindak pidana pencucian uang.

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Raut wajah I Nengah Nata Wisnaya tampak lesu ketika keluar dari ruang penyidik Kejari Klungkung, Bali, Jumat (29/11/2019). Ia menggenakan rompi merah khas tahanan Kejari Klungkung.

Kerabat dari Mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra tersebut, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejari Klungkung terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Bulan April lalu, ternyata tersangka I Nengah Nata Wisnaya pernah menggugat Kejari Klungkung karena dianggap salah melakukan penyitaan terhadap aset I Wayan Candra.

Namun seluruh gugatan I Nengah Nata Winaya dan Ketut R ditolak Pengadilan Negeri Semarapura. Terlebih gugatan itu dilayangkan setelah kasus pengadaan lahan Dermaga Gunaksa dinyatakan inkracht atas keputusan Mahkamah Agung.

Dari gugatan tersebut, pihak Kejari Klungkung melihat adanya indikasi dari pihak tertentu untuk berupaya melakukan tindak pidana pencucian uang dengan berusaha merebut kembali aset yang akan disita Kejari Klungkung setelah ada putusan MA.

"Setelah gugatan itulah, Pihak Kejari berupaya menelusuri pihak-pihak yang saling bekerjasama untuk berupaya menyamarkan aset negara atas kasus pengadaan lahan dermaga Gunaksa," ujar Kajari Klungkung, Otto Sompotan. 

Otto Sompotan menjelaskan I Nengah Nata Wisnaya ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang. Kasus ini masih terkait tindak pidana korupsi pidana korupsi dengan terpidana Mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra. 

Penyelidikan kasus ini dilakukan pihak Kejaksaan negeri Klungkung sejak pertengahan tahun 2019 ini. Pihak kejaksaan menemukan fakta baru setelah mempelajari dokumen dan keterangan saksi atas perkara korupsi pengadaan lahan pelabuhan Gunaksa, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang dengan terpidana Wayan Candra.

Pihak Kejari Klungkung pun telah memeriksa sekitar 20 saksi, mulai dari kalangan aparat pemerintah, hingga pihak-pihak yang masih terkait dengan kasus pengadaan lahan Dermaga Gunaksa di tahun 2014 silam.

Tersangka Nata Wisnaya telah diperiksa sebanyak 3 kali sebagai saksi. Sebelum penetapan tersangka, Kejari melakukan gelar perkara yang dipimpin langsung Kajari Klungkung. Setelah memastikan dua alat bukti, pihak Kejari Klungkung menetapkan I Nengah Nata Winaya sebagai tersangka.

Sementara pengacara tersangka I Nengah Nata Wisnaya, I Wayan Suniata mengungkapkan, penahanan atas kliennya merupakan kewenangan jaksa. Saat ini pihak tersangka belum mengajukan penangguhan penahanan.

" Ini masih runtutan dari kejadian sebelumnya (kasus korupsi Wayan Candra)," ungkap Wayan Suniata singkat. (mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ni Ketut Sudiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved