Razia geng motor di Denpasar

13 Pengendara yang Diamankan Statusnya Pelajar SMP dan SMK, 1 Perempuan Putus Sekolah

Petugas patroli gabungan dikejutkan dengan para pengendara motor yang diamankan, mayoritas adalah pelajar SMP dan SMK.

13 Pengendara yang Diamankan Statusnya Pelajar SMP dan SMK, 1 Perempuan Putus Sekolah
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi aksi geng motor di Jalan Mahendradatta Denpasar yang meresahkan warga beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim gabungan dari Polresta Denpasar bersama Polsek Denpasar Barat dan pecalang yang mengamankan 13 anak baru gede (ABG) sudah melakukan pendataan kepada belasan remaja tersebut. 

Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra yang bertugas memimpin patroli gabungan mengatakan, 13 pengendara yang terjaring razia kebanyakan statusnya masih pelajar tingkat SMP dan SMK.

Namun dari pendapatan yang diterima, ada juga yang putus sekolah termasuk seorang perempuan yang ikut terjaring razia gabungan untuk menekan aksi geng motor.

"Rata-rata kebanyakan pelajar SMP dan SMK. Dari 13 orang yang tertangkap, kami temukan satu orang perempuan," ujarnya, Minggu (1/12/2019).

Ke 13 orang yang diamankan di antaranya OK  (15) asal Denpasar, pelajar SMK di Denpasar.

YY (15) asal Denpasar, MN (17) pelajar SMK di Denpasar, asal Sanur.

RE (15) pelajar SMK PGRI Denpasar asal Sanur.

Seorang perempuan Ni PM (15) berhenti sekolah dan tinggal di Batubulan, Gianyar.

Kemudian ada NM (16) pelajar SMK di Denpasar, tinggal di Sesetan Denpasar.

Lalu ada KA asal Denpasar Selatan.

Halaman
12
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Huda Miftachul Huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved