Bocah dianiaya pacar ibunya

Korban Kekerasan Anak Sudah Membaik, Diperkirakan 2 Bulan Baru Bisa Berjalan

"Penyembuhan patah tulang, kira-kira untuk bisa jalan itu dua bulanlah. Itu alami nanti penyembuhannya," ujar dr I Ketut Siki Kawiyana

Korban Kekerasan Anak Sudah Membaik, Diperkirakan 2 Bulan Baru Bisa Berjalan
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Dokter Penanggung Jawab RSUP Sanglah, Prof dr I Ketut Siki Kawiyana saat ditemui awak media, Sabtu (30/11/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyembuhan patah tulang yang dialami KMW balita dua setengah tahun, dikatakan dokter RSUP Sanglah diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua bulan.

Dokter Penanggung Jawab RSUP Sanglah, Prof dr I Ketut Siki Kawiyana mengatakan patah tulang yang dialami korban akan sembuh dalam kurun waktu dua bulan.

"Penyembuhan patah tulang, kira-kira untuk bisa jalan itu dua bulanlah. Itu alami nanti penyembuhannya," ujarnya, Sabtu (30/11/2019) di depan gedung Wing Amerta, RSUP Sanglah.

Lebih lanjut disinggung mengenai trauma yang dialami korban, dokter Ketut Siki hanya menjawab masih akan dilakukan bersama-sama penanganannya.

Nyoman Degdeg Tewas Setelah 6 Jam Kritis, Begini Kronologi Pemilik Kos Tebas 4 Orang di Pemogan

Bintang Puspayoga Temui Korban Kekerasan Anak, Tak Ingin Bebani Korban dengan Biaya Perawatan

UNHI Rancang Prodi Ilmu Kebatinan Bali, Program Pascasarjana Siap Kembangkan Pembelajaran Jarak Jauh

Namun untuk kondisi korban, ia katakan korban saat ini sudah membaik dan sudah tidak terlalu takut bertemu laki-laki.

"Jadi trauma psikis itu kan nanti sama-sama kita jalan. Korban sudah membaik. Tadi sudah tidak terlalu (takut)," tambahnya.

Vietnam Percaya Diri 3 Pemain Pilar Ini Mampu Redam Kekuatan Lini Depan Timnas U-22 Indonesia

Meski Tengah Nganggur, Allegri Tolak Tawaran Melatih Klub Liga Inggris Arsenal

Tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru Via Jalur UTBK, SNPTN & SBMPTN Wajib Registrasi Via Website Ini

Sementara itu disinggung mengenai hasil visum korban, Ketut Siki tidak banyak komentar dan hanya mengatakan ada pihak yang menangani itu.

"Oh belum tau saya, nanti ada dokter forensik itu ya. Sudah ya, saya rasa cukup," tutupnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved