Apakah di Bali Cukup Bagus Kebebasan Berpendapat? Begini Kata Survei

kenaikan IKP dengan skor lebih dari 70 itu berarti bahwa kebebasan pers cukup diberi ruang, dalam hal ini di Bali.

Apakah di Bali Cukup Bagus Kebebasan Berpendapat? Begini Kata Survei
TRIBUN BALI/SUNARKO
Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh memaparkan Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Provinsi Bali mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, skor IKP Bali adalah 69,15 dan pada tahun 2019 IKP-nya menjadi 77,37 atau naik 8,22. Demikian yang terungkap dalam acara Sosialisasi Indeks Kemerdekaan Pers Tahun 2019 yang diadakan Dewan Pers di Hotel Santika Siligita, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (4/12/2019) sore ini. 

Apakah di Bali Cukup Bagus Kebebasan Berpendapat? Begini Kata Survei

TRIBUN-BALI.COM, NUSA DUA - Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Provinsi Bali mengalami peningkatan.

Pada tahun 2018, skor IKP Bali adalah 69,15 dan pada tahun 2019 IKP-nya menjadi 77,37 atau naik 8,22.

Demikian yang terungkap dalam acara Sosialisasi Indeks Kemerdekaan Pers Tahun 2019 yang diadakan Dewan Pers di Hotel Santika Siligita, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (4/12/2019) sore ini.

Apa artinya peningkatan skor IPK di Bali itu? Menurut Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch. Bangun, kenaikan IKP dengan skor lebih dari 70 itu berarti bahwa kebebasan pers cukup diberi ruang, dalam hal ini di Bali.

Mengapa diadakan survei IKP?

Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, menjelaskan, jika ruang publik semakin sempit, maka tekanan akan semakin kuat.

Mengambil contoh hukum Archimedes dalam ilmu fisika, Nuh mengatakan, semakin kecil volume, maka tekanan semakin kuat.

"Orang makin diatur, maka akan makin kuat upayanya untuk berontak. Jadi ruang publik harus diperluas. Dalam bahasa media, kemerdekaan pers dalam menghasilkan produk-produk jurnalistik harus diperluas. Dan kebebasan menyampaikan pendapat itu dijamin undang-undang," kata Nuh, yang juga mantan Menteri Infokom, dalam sambutannya pada pembukaan Sosialisasi Indeks Kemerdekaan Pers Tahun 2019.

Dalam konteks tersebut, jelas Nuh, pers punya tugas mulia untuk jaga ruang publik, yang diharapkan pada gilirannya produk jurnalistik bisa tumbuh jadi lebih baik.

Halaman
123
Penulis: Sunarko
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved