Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ramai Tagar #WeAreWithDaniel, Kang Daniel Rehat dari Dunia Hiburan Karena Komentar Jahat Hatters

Kang Daniel memutuskan untuk rehat sejenak dari segala aktivitas di panggung hiburan karena depresi akibat ujaran kebencian dari hatters

Editor: Irma Budiarti
Grid.ID
Penyanyi Korea Kang Daniel - Ramai Tagar #WeAreWithDaniel, Kang Daniel Rehat dari Dunia Hiburan Karena Komentar Jahat Hatters 

Menurut dokter spesialis kesehatan jiwa, dr Dharmawan AP, SpKJ, mengatakan, adanya media sosial membuat aneka komentar dengan mudah membanjiri laman orang lain.

"Orang terkenal enggak punya privasi, sering disorot. Terlebih lagi sejak ada media sosial. Artis ngapain sedikit terus dikomentari, 'masa artis kayak gitu'. Padahal artis kan juga manusia," kata Dharmawan dalam wawancara denagn Kompas.com (25/11/2019).

Tekanan yang terus datang dari media sosial inilah yang pada akhirny membuat artis menjadi depresi.

Dalam kesempatan berbeda, seorang psikolog dari Personal Growth, Linda Setiawati mengatakan, perilaku cyberbullying atau perundungan di sosial media dapat dilakukan secara langsung kepada korban dan tidak langsung.

Sulli, Mantan Anggota f(x) Tewas Gantung Diri: Penting, Ini Tanda-tanda Orang yang Ingin Bunuh Diri

Cerita Marshanda Tentang Bipolar, Keadaan Paling Parah Saat Depresi Tanyakan Kenapa Masih Hidup

Aneka ujaran kebencian yang dilayangkan di jagat maya dapat memberi dampak negatif untuk psikis, fisik, dan juga perubahan perilaku seseorang.

Awalnya, korban ujaran kebencian di dunia maya akan merasa takut, marah, sendirian, tidak puas dengan diri sendiri, dan kepercayaan diri menurun karena terlalu sering membaca hal-hal negatif yang berkaitan dengan dirinya.

 

Keadaan ini pada akhirnya membuat korban cyberbullying sulit tidur atau insomnia, dan lebih memilih mengurung diri untuk menghindari lingkungan sosial.

"Saat kondisi semakin parah, korban bisa mengalami gejala depresi atau cemas," kata Linda diwawancarai Kompas.com (16/10/2019).

Perasaan depresi dan cemas karena ujaran kebencian muncul karena apa yang dilihat dalam dunia maya telah memengaruhi kepercayaan dan keberhargaan diri.

"Korban cyberbullying merasa tidak berharga, tidak berguna, dan fokus pada pendapat orang lain yang bersifat negatif. Akibatnya perasaan sedih muncul berkepanjangan," ungkap Linda.

Namun perlu diketahui juga, dampak cyberbullying dapat berbeda-beda.

Hal ini tergantung pada kecenderungan kepribadian setiap orang maupun toleransi terhadap tekanan sosial yang berbeda.

"Ada orang yang bisa lebih cuek ketika membaca komentar negatif yang dituliskan orang lain, namun ada juga yang menjadi cemas setelah membaca satu komentar negatif," ujarnya.

(Kompas.com/Gloria Setyvani Putri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul #WeAreWithDaniel, Bukti Nyata Ujaran Kebencian Picu Depresi

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved