Breaking News:

Kepala BNPB Tegaskan Pentingnya Peran Pemimpin Daerah Dalam Melindungi Masyarakatnya Dari Bencana

Kepala BNPB, Doni Monardo menekankan bahwa ketegasan pemimpin daerah menjadi tolak ukur ketangguhan masyarakat dalam menanggulangi bencana.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Agus Wibowo.
Foto istimewa : Rapat koordinasi penanganan darurat, bencana banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung di ruang serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (17/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menekankan bahwa ketegasan pemimpin daerah menjadi tolak ukur ketangguhan masyarakat dalam menanggulangi bencana.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan darurat, bencana banjir bandang, tanah longsor dan angin puting beliung yang diselenggarakan di ruang serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Mengutip salah satu ungkapan filsafat latin "Salus Populi Suprema Lex", mantan Komandan Jenderal Paspampers itu mengisyaratkan bahwa rakyat harus mendapatkan tempat dan perhatian yang utama, karena keselamatan rakyat menjadi hukum yang tertinggi.

Lebih lanjut, masyarakat harus diutamakan dan diperhatikan karena berpotensi memiliki kerentanan tinggi.

Anggaran BPBD Tahun 2020 hanya Rp 488 Juta, BNPB Setujui Hibah Bencana Longsor Kintamani 2017 Rp 9 M

BNPB dan BPBD Bali Tingkatkan Sistem Mitigasi, Pelatihan Pemetaan Potensi Bencana

"Rakyat harus mendapatkan perhatian yang utama," tegas Doni.

Menyinggung masalah tren bencana yang terjadi sepanjang tahun 2019, Doni mengungkapkan bahwa 98% laporan yang dicatat BNPB adalah bencana hidrometeorologi yang mana dari prosentase tersebut sedikitnya ada 3.622 peristiwa.

Dalam kurun waktu tersebut, banjir dan longsor menjadi bencana yang serius mengingat besaran korban jiwa dan kerugian material dari dampak yang diakibatkan.

Kendati demikian, angin puting beliung masih mendominasi sebagai bencana yang paling banyak terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Melihat berbagai ancaman tersebut, Kepala BNPB mengingatkan agar pemerintah daerah dan seluruh komponen yang terkait segera melakukan upaya pencegahan dengan menyusuri sungai untuk memeriksa berbagai potensi yang dapat menjadi ancaman dan membahayakan masyarakat.

Selain itu, mantan komandan jenderal kopassus itu juga menghimbau agar masyarakat tidak menyalahkan pohon saat puting beliung melanda.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved