Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Main Mercon Saat Perayaan Tahun Baru 2020, Ada Aturannya, Polres Klungkung Sidak Penjual Kembang Api

Polres Klungkung dan Satpol PP menggelar sidak penjualan mercon atau petasan yang kerap digunakan untuk perayaan Natal dan tahun baru

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Polres Klungkung
Polres Klungkung dan Satpol PP sidak penjual kembang api di Jalan Rama, Semarapura, Klungkung, Bali, Rabu (18/12/2019). Main Mercon Saat Perayaan Tahun Baru 2020, Ada Aturannya, Polres Klungkung Sidak Penjual Kembang Api 

Main Mercon Saat Perayaan Tahun Baru 2020, Ada Aturannya, Polres Klungkung Sidak Penjual Kembang Api

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Polres Klungkung dan Satpol PP menggelar sidak di wilayah Kecamatan Klungkung dan Dawan, Klungkung, Bali, Rabu (18/12/2019).

Sidak kali ini fokus pada penjualan mercon atau petasan, yang kerap digunakan warga untuk perayaan Natal dan tahun baru.

Tim sempat mengecek sub agen kembang api di seputaran Jalan Rama Klungkung.

Di lokasi tersebut ternyata tidak menjual mercon/petasan, hanya menjual kembang api.

Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Bandara Ngurah Rai Buka Posko Nataru & Tambah 367 Penerbangan

Satpol PP Denpasar Imbau Masyarakat Tak Bunyikan Petasan atau Kembang Api Jelang Natal & Tahun Baru

"Kami juga melakukan sidak mercon/petasan yang kerap digunakan saat perayaan Natal dan tahun baru," ungkap Wakapolres Klungkung Kompol Ida Bagus Dedi Januartha, Rabu (18/12/2019).

Penggunaan mercon/petasan yang diperbolehkan, katanya, hanya maksimal sepanjang 2 inci.

Menurutnya, penggunaan mercon berukuran besar berpotensi mengakibatkan gangguan kamtibmas di Klungkung.

Apalagi penggunaan mercon, kembang api dan sejenisnya sudah diatur dalam lembaran Negara no 41 tahun 1940 tentang pelaksanaan UU Bunga Api tahun 1939 pasal 2 yang mana bagi penjual, menyimpan, mengangkut bunga api/petasan tidak sesuai standar pembuatan dapat dikenakan pidana kurungan 3 bulan.

Ramalan Keuangan 12 Shio Tahun 2020, Harus Bijak Soal Utang atau Terbelit Masalah di Masa Depan

Liburan Natal dan Tahun Baru, Ini 15 Tempat Wisata di Bali yang Bisa Dikunjungi

Terlebih jika kembang api atau petasan sampai menimbulkan kebakaran dan kerugian lainnya, bisa dikenakan Pasal 188 KUHP dengan pidana kurungan penjara hingga 5 tahun.

"Penggunaan mercon dibatasi, yang diperbolehkan paling besar 2 inci. Pedagang kembang api yang kami cek ini, juga sudah memiliki izin sebagai sub agen," ungkap Kompol Ida Bagus Dedi Januartha.

Selain mengecek penjual kembang api, tim tersebut juga melakukan sidak duktang termasuk mengecek lokasi nongkrong anak muda di Klungkung.

"Kami juga cek tempat nongkrong di Klungkung untuk mengantisipasi warga pesta miras," tegasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved