Suka Menghidupkan Kembang Api Saat Perayaan Tahun Baru ? Ini Sejarah Kembang Api
Suka Menghidupkan Kembang Api Saat Perayaan Tahun Baru ? Ternyata Ini Sejarah Kembang Api, Awalnya Untuk Mengusir Roh Jahat.
TRIBUN-BALI.COM - Tahun 2019 akan berakhir beberapa hari lagi.
Apa Tribunners sudah melakukan persiapan untuk menyambut Tahun 2020 ?
Biasanya, banyak orang menyambut tahun baru dengan penuh suka cita.
Ada yang berkumpul bersama keluarga, teman dan bahkan orang terkasih.
• Tradisi Unik di Beberapa Negara Saat Tahun Baru, Chili Menginap di Kuburan
• Turunkan Berat Badan, Inilah 14 Resolusi Tahun Baru yang Tidak Pernah Terlaksana
Tak hanya di rumah, mereka juga merayakan tahun baru dengan mendatangi pusat keramaian.
Hal yang paling tak dilupakan dalam momen pergantian tahun adalah kembang api.
Kembang api selama ini dikenal sebagai pertanda bergantinya tahun.
Berbagai bentuk kembang api kerap menghiasi malam pergantian tahun di berbagai wilayah.
Namun, tahukah Anda mengenai sejarah awal penggunaan kembang api ?
Banyak sejarawan mengungkapkan bahwa kembang api berasal dari China.
China memang tercatat sebagai negara yang paling banyak memproduksi dan mengekspor kembang api.
Dilansir dari thoughtco.com, ini bermula pada awal 200 Sebelum Masehi, saat orang China menemukan benda yang menjadi cikal bakal petasan.
Saat itu masyarakat China menemukan semacam petasan, yaitu bambu yang direbus dengan diisi sejumlah zat khusus hingga meledak.
Ini dilakukan untuk mengusir roh jahat.
Cara ini sebelumnya ditemukan oleh seorang koki di China yang secara tak sengaja mencampur arang, belerang, dan saltpeter (potasium nitrat atau kalium nitrat) yang dimasukkan ke dalam lubang bambu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-foto-seseorang-bermain-kembang-api.jpg)